MEMILUKAN Anak Saksikan Ibunya Dibunuh, Sambil Teriak Minta Tolong: 'Ibuku Sudah Mati'

Seorang anak menyaksikan saat ibunya dibunuh hingga trauma lalu berteriak "ibuku sudah mati".

GoFundMe
Ngawai Kararaina Maria Himiona dibunuh oleh orang tak dikenal di depan keempat anaknya yang teriak minta tolong 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang anak menyaksikan saat ibunya dibunuh hingga trauma lalu berteriak "ibuku sudah mati".

Mendengar tangisan anak itu, tetangga akhirnya memanggil polisi.

Insiden terjadi di sebuah rumah di Hamilton, Selandia Baru pada Rabu (16/12/2020).

Korban Ngawai Kararaina Maria Himiona (30) ditemukan tewas setelah penduduk setempat melaporkan mendengar teriakan, dan bunyi keras.

Ngawai was brutally stabbed to death infront of her children in Hamilton

Mereka mengatakan bahwa mereka mendengar suara-suara yang datang dari sebuah properti di dekat ujung jalan di pinggiran Nawton sekitar pukul 11 ​​malam.

Baca juga: SOSOK Pria Penyerang Polisi saat Aksi Unjuk Rasa 1812 Terancam Pasal 170 KUHP

Seorang tetangga wanita yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa dia awalnya mendengar seorang wanita berteriak diikuti oleh seorang anak, menurut New Zealand Herald.

Dia berkata: "Saya berlari dan saya mendengar dia berteriak: 'Tolong, tolong! Ibu saya meninggal'."

Polisi dipanggil ke tempat kejadian dan tiba pada pukul 11.15 malam setelah menerima laporan serangan di alamat tersebut, kata seorang juru bicara polisi.

Sesampainya di sana, Ngawai ditemukan terluka parah dan meninggal tak lama kemudian di tempat kejadian.

She was discovered dead by police after neighbours reported they heard her child screaming from the address

Disebutkan bahwa seorang pria terlihat meninggalkan rumah tersebut, sebelum masuk ke dalam kendaraan dan pergi.

Baca juga: Orangtua Bingung Mobil Melaju ke Arah Mereka saat Makan, Ternyata Hadiah Anak, Viral di TikTok

Kemarin pagi polisi mendakwa seorang pria berusia 34 tahun dengan pembunuhan dan melukai dengan maksud untuk menyebabkan luka tubuh.

Dia muncul sebentar di Pengadilan Distrik Hamilton pada hari yang sama dan ditahan untuk muncul kembali pada 2 Februari.

Setelah Ngawai meninggal, keluarganya membuat laman GoFundMe untuk membantu membiayai pemakamannya.

Anak-anak korban, tiga laki-laki dan satu perempuan, menurut keluarga juga akan mendapatkan bantuan. (sal/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved