Peringatan Tanda Bahaya buat Boeing 737-500, Pakar Ungkap Penyebab SJ 182 Terjun Bebas ke Laut

Seperti misalnya Garuda Indonesia yang mengoperasikan B737-800, Lion Air dengan B737-800 dan -900, dan Sriwijaya Air dengan B737-500 dan -800.

Tayang:
KOLASE Wikipedia via suargrid
Peringatan Tanda Bahaya buat Boeing 737-500, Pakar Ungkap Penyebab SJ 182 Terjun Bebas ke Laut 

Sedangkan Sriwijaya Air memiliki 6 unit B737-500, 16 unit B737-800, dan 2 unit B737-900.

Menurut Wall Street Journal, Kementerian Perhubungan Indonesia mengkonfirmasi bahwa Boeing 737-500 telah diuji dan memenuhi syarat untuk terbang kembali.

Namun juga tidak menutup kemungkinan bahwa pesawat tersebut mengalami gangguan teknis.

Ibunda dari Dinda Amelia (15) salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182, Lena memeluk foto putri bungsunya. (Istimewa via Kompas.com dan TRIBUN PONTIANAK/Ferryanto)
Ibunda dari Dinda Amelia (15) salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182, Lena memeluk foto putri bungsunya. (Istimewa via Kompas.com dan TRIBUN PONTIANAK/Ferryanto) (Istimewa via Kompas.com dan TRIBUN PONTIANAK/Ferryanto)

Dilaporkan sebuah pesawat Boeing 773-500 yang membawa 62 orang jatuh ke laut beberapa menit setelah lepas landas dari bandara Jakarta.

Pesawat Boeing 773-500 itu digunakan oleh maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 dari Jakarta tujuan Pontianak.

Pesawat itu dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) lalu sekitar pukul 14.40 WIB.

Hingga kini, tim SAR telah melakukan pencarian terhadap korban dan sudah menemukan kotak hitam pesawat.

Pesawat yang jatuh ke laut sudah tidak aktif sejak akhir Maret 2020, beberapa minggu setelah Indonesia mengumumkan infeksi Covid-19 pertamanya, kata Kementerian Perhubungan Indonesia.

Pesawat mulai terbang kembali pada 19 Desember 2020, setelah menjalani pemeriksaan teknis oleh Administrasi Angkutan Umum Penerbangan Indonesia.

Penerbangan pertama tidak membawa penumpang dan bukan penerbangan komersial. 

Pesawat itu mulai membawa penumpang pada 22 Desember, lebih dari dua minggu sebelum kecelakaan dahsyat itu.

Sertifikat penerbangan Boeing 737-500 ini berlaku hingga 17 Desember 2021.

Kementerian Perhubungan Indonesia menegaskan telah mematuhi pedoman Administrasi Penerbangan Federal AS, yang dikeluarkan pada 24 Juli 2020, yang mengharuskan operator pesawat Boeing, termasuk Boeing 737-500, untuk melakukan pengujian secara dinamis. sebelum diizinkan terbang lagi.

Alasan dari pemeriksaan tersebut adalah bahwa setelah tidak aktif dalam jangka waktu yang lama, pesawat dapat mengalami malfungsi pada mesin, yang mengakibatkan mesin berhenti di udara.

Pada tanggal 2 Desember 2020, sebulan sebelum pesawat jatuh, inspektur penerbangan Indonesia memeriksa tingkat korosi mesin.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved