Peringatan Tanda Bahaya buat Boeing 737-500, Pakar Ungkap Penyebab SJ 182 Terjun Bebas ke Laut

Seperti misalnya Garuda Indonesia yang mengoperasikan B737-800, Lion Air dengan B737-800 dan -900, dan Sriwijaya Air dengan B737-500 dan -800.

Tayang:
KOLASE Wikipedia via suargrid
Peringatan Tanda Bahaya buat Boeing 737-500, Pakar Ungkap Penyebab SJ 182 Terjun Bebas ke Laut 

CEO Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena membenarkan bahwa pihak maskapai telah mematuhi pemeriksaan keamanan dan teknis pesawat, termasuk pengendalian kualitas dan keselamatan.

Juru bicara Sriwijaya Air tidak menanggapi pertanyaan apakah pesawat tersebut sudah lama tidak dapat beroperasi karena penyebab kehandalannya dan bagaimana pesawat tersebut menjalani perawatan.

Sebelumnya, Sriwijaya Air memastikan kondisi pesawat masih dalam kondisi baik.

"Catatan lengkap dan rinci perlu diungkapkan, di mana, kapan, dan oleh siapa pesawat dilayani," kata Shukor Yusof, pendiri perusahaan konsultan penerbangan Endau Analytics.

"Saya tidak berbicara tentang keandalan dokumen-dokumen ini, tetapi publik perlu mengetahui tentang sejarah lengkap pesawat tersebut."

Banyak ahli di seluruh dunia telah menyatakan keprihatinan bahwa penutupan jangka panjang pesawat akibat epidemi Covid-19 dapat berdampak pada keselamatan penerbangan.

Chow Kok Wah, pakar penerbangan di Singapura, mengatakan jet yang sudah lama tidak terbang membutuhkan perawatan dan pemantauan sesuai prosedur khusus.

Apa penyebab dan bagaimana pesawat Sriwijaya Air bisa jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu hingga saat ini masih menjadi misteri.

Kepastian akan kronologi jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 beserta penyebabnya diperkirakan akan terungkap saat Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan investigasi melalui kotak hitam atau black box Sriwjaya Air SJ 182.

Meski demikian, sejumlah pendapat dan dugaan mengenai kronologi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 disampaikan oleh sejumlah pihak.

Diduga mesin pesawat dalam kondisi hidup dan pesawat tidak meledak sebelum akhirnya terjun ke laut.

Berikut rangkumannya sebagaimana dihimpun Tribunnews.com ( grup Tribunmedan.com), Selasa (12/1/2021).

1. Diduga Tidak Meledak, Mesin Masih Hidup

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menduga mesin pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih hidup sebelum akhirnya pesawat terjun ke laut.

Rute penerbangan SJ182 yang ditampilkan secara 3D di Google Earth.
Google Earth
Rute penerbangan SJ182 yang ditampilkan secara 3D di Google Earth.

Dugaan itu dikemukakan berdasar fakta pesawat tercatat berada pada ketinggian 250 kaki sebelum hilang kontak.

Sumber: Grid.ID
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved