Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

Rumah Sakit Adam Malik Gratiskan Biaya Operasi Bayi Kembar Siam Adam dan Aris

Ia menyebutkan bahwa hal ini sama seperti dilakukan pada tiga bayi kembar siam yang dioperasi pemisahan di RSUP Adam Malik sebelumnya.

Victory/ Tribun Medan
Direktur Utama RSUP Adam Malik, dr Zainal Safri saat memberikan statement terkait Adam dan Aris di Gedung Administrasi, Kamis (21/1/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - RSUP Haji Adam Malik memastikan seluruh biaya operasi bayi kembar siam Adam dan Aris asal Labuhanbatu ditanggung oleh pemerintah.

Direktur Utama RSUP Adam Malik, dr Zainal Safri menyebutkan bahwa total biaya mencapai angka hingga Rp 800 juta. 

"Kalau ditanya biaya berapa, kemarin saya cuma ngitung-ngitung sama dokter anak sekitar 800 juta. Tapi gausah ditulis karena itu gak detail. Saya pingin tau aja. Tapi yang penting itu semua Adam Malik. Ya, pemerintah lah," bebernya saat konfrensi pers di Gedung Administrasi RSUP HAM, Kamis (21/1/2021).

Ia menyebutkan bahwa hal ini sama seperti dilakukan pada tiga bayi kembar siam yang dioperasi pemisahan di RSUP Adam Malik sebelumnya.

"Memang sudah kita rawat selama 12 bulan, seperti yang dulu-dulu juga memang ini kita tanggung semua pemerintah lewat Kemenkes dan RS Adam Malik," tuturnya.

Kondisi terkini bayi kembar siam Adam dan Aris yang berhasil dipisahkan oleh tim dokter RSUP Haji Adam Malik Medan, Kamis (21/1/2021).

Dalam video berdurasi 24 detik yang dikirimkan tim humas terlihat kedua bayi sudah terpisah dan sudah dirawat di tempat tidur yang berbeda dan alat bantu yang berbeda.

Detik-Detik bayi kembar siam asal Labuhanbatu Adam dan Aris dioperasi pemisahan di Ruang operasi Gedung CMU (Central Medical Unit) Adam Malik.
Detik-Detik bayi kembar siam asal Labuhanbatu Adam dan Aris dioperasi pemisahan di Ruang operasi Gedung CMU (Central Medical Unit) Adam Malik. (HO / Tribun Medan)

Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP HAM dr Rizky Adriansyah menjelaskan proses hingga akhirnya kedua bayi dipindahkan ke ruang ICU membutuhkan waktu hingga pukul 9 malam. 

Dimana kondisi bayi disebutkan masih dalam kondisi stabil.

"Operasi kita lakukan kemarin dari mulai pukul 8 pagi terpisah jam 17.40 WIB dan baru bisa dipindahkan ke ruang ICU pukul 21.00 malam. Nah itu semua prosesnya mulai dari awal hingga pagi ini belum memiliki kendali cukup berarti, relatif stabil," ungkapnya saat konfrensi pers, di Gedung Administrasi RSUP Haji Adam Malik Medan, Kamis (21/1/2021).

Ia membeberkan bahwa alasan kenapa operasi terbilang cukup lama hingga memakan waktu 9 jam 40 menit karena luas operasi yang cukup besar.  

"Tadi juga sudah disebutkan kenapa operasinya berlangsung lama karena memang luas operasi yang cukup besar. Karena seluruh abdomen dan sebagian bagian dada bagian yang sempet dari dinding jantung dan bagian hatinya. Alhamdulillah sekarang dirawat di ruang ICU dan kondisinya stabil," beber Rizky. 

Rizky menyebutkan bahwa organ bagian tubuh yang dempet seperti hati dan dinding jantung sudah berhasil dipisahkan. 

"Masing-masing sudah dispisah, hatinya sudah dipisah dinding jantung yang sebelumnya dempet juga sudah dipisah. Hanya saja seperti yang dijelaskan terkait penutupan luka operasi yang mungkin sebelumnya menyatu tentu bagaimana kualitas kulitny bisa tertutup," tuturnya. 

Orang tua bayi kembar siam Adam dan Aris menangis haru usai anaknya berhasil dipisahkan oleh tim dokter RSUP Haji Adam Malik, Kamis (21/1/2021).

Detik-Detik bayi kembar siam asal Labuhanbatu Adam dan Aris dioperasi pemisahan di Ruang operasi Gedung CMU (Central Medical Unit) Adam Malik.
Detik-Detik bayi kembar siam asal Labuhanbatu Adam dan Aris dioperasi pemisahan di Ruang operasi Gedung CMU (Central Medical Unit) Adam Malik. (Tribun Medan/HO)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved