Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam
Rumah Sakit Adam Malik Gratiskan Biaya Operasi Bayi Kembar Siam Adam dan Aris
Ia menyebutkan bahwa hal ini sama seperti dilakukan pada tiga bayi kembar siam yang dioperasi pemisahan di RSUP Adam Malik sebelumnya.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Adam dan Aris berhasil dipisahkan oleh tim dokter pada pukul 17.40 WIB usai menjalani 10 jam waktu operasi.
Rahmawati (26) ibu kedua bayi yang didampingi suami Supono (32) menitihkan air mata saat menceritakan yang dirasakan usai anaknya berhasil dioperasi dan dipisahkan.
"Saya ibu dari Adam dan Aris dan saya sangat senang akhirnya anak saya berhasil ditangani, terimakasih banyak kepada tim medis pihak rumah sakit. Dan terimakasih banyak seluruhnya yang ikut serta dalam operasi anak saya," ungkapnya.
Ia menerangkan dirinya belum bisa bertemu anaknya dan ingin sekali berjumpa anaknya
"Belum ada lihat, pengen banget ketemu, terakhir lihat waktu masuk ruang operasi, alhamdullilah semua baik baik aja," tuturnya.
Rahmawati menyebutkan selama menunggu kurang lebih 10 jam selama operasi terus gelisah keluar dan masuk ruangan tunggu.
"Tidak tenang masih, gelisah," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa anaknya dirinya sudah mengetahui anaknya kembar siam pada umur 5 bulan dan sempat drop.
"Usia kandungan 5 bulan saya tahu anak saya itu kembar siam, sempat drop juga tapi ada dokter yang semangatin saya sampai akhirnya dia lahir. Anak saya lahir di RS Adam Malik tanggal 9 Desember 2019," tuturnya.
Rahmawati mencertikan bahwa dirinya selama satu tahun ini belajar untuk merawat sang anak selama satu tahun terakhir.
"Dia sehat terus selama setahun ini, jadi saya pelajari selama merawatnya sendiri, pertama enggak tahu cara mandiin nya tapi saya didampingi suster awalnya jadi bisa. Kalau makan si kembar kami udah dari RS, saya juga kalau biaya keseharian nya keperluan si kembar itu sendiri," bebernya.
Sementara, Supono menyebutkan dirinya sudah 1 tahun ini tak bekerja sebagai petani di Labuhanbatu untuk merawat kedua anak pertamanya tersebut.
Bahkan ia punya keinginan untuk membawa sang anak pulang ke kampung halaman karena sudah 1 tahun 1 bulan berada di rumah sakit
"Belum pernah dibawa pulang, pengen bawa pulang, udah kangen sama kampung halaman di Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir. Saya bekerja sebagai petani, sudah enggak pernah kerja lagi demi jaga anak kami," pungkas Supono.
(vic/tribunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/direktur-utama-rsup-adam-malik-dr-zainal-safri.jpg)