TERNYATA Pasangan Gencet di Batubara Berhubungan Intim Selama Setengah Jam
Terekam dalam sebuah video yang sempat viral di Media Sosial Facebook itu, Dua orang tersebut melakukan adegan berpelukan.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap |
Dalam komentar video tersebut, banyak masyarakat yang menyangkan aksi masyarakat yang membiarkan keduanya melakukan hal tak senonoh tersebut di tengah jalan.
"Bukannya dilarang, malah divideokan.
Dasar nettizen," ujar seorang pengguna Facebook.
Komentar lain, mengatakan bahwa keduanya sudah gancet dan tidak bisa dilepas.
"Ado ado ajo jaman sekarang ni tidak bisa lopas begempet gempet uang gilooo," tulis komentar tersebut
Saat berita ini diterbitkan Tribun Medan masih mencoba menghubungi pihak kepolisian untuk kronologi detailnya.
Penis Captivus
Fenomena seorang pria yang tak bisa melepaskan alat vitalnya setelah berhubungan intim atau di masyarakat umum dikenal sebagai gancet sudah beberapa kali terjadi.
Namun, meski bukan hal yang baru, faktanya hanya sedikit orang yang benar-benar memahami bagaimana kondisi yang secara medis disebut sebagai "penis captivus" tersebut bisa terjadi.
Otot intim wanita menekan organ intim pria.
Menurut Dr. John Dean kepada BBC, hal itu terjadi saat otot-otot organ intim wanita menekan organ intim pria jauh lebih kuat dari biasanya.
"Otot-otot dasar panggul wanita berkontraksi secara ritmik ketika orgasme."
"Otot-otot itu kemudian berkontraksi pada organ intim pasangannya sehingga kemudian macet."
Sebenarnya kasus ini cukup nyata diperdebatkan dalam literatur medis selama hampir 40 tahun.
Ini dimulai pada 1979, ketika British Medical Journal menerbitkan sebuah makalah tentang hal ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dua-sejoli-berpelukan-di-tengah-jalan-protokol-kabupaten-batubara.jpg)