Breaking News:

Update Covid19 Sumut 31 Januari 2021

3.760 Vial Vaksin Sinovac Tiba di Karo, Dinkes Simpan Vaksin di Pendingin Standar WHO

ebanyak 3.760 vial vaksin produksi Sinovac untuk kebutuhan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), tiba di Kabupaten Karo

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Petugas Dinkes Karo menunjukkan kotak yang berisikan vaksin produksi Sinovac, di gudang medis Dinkes Karo, Jalan Selamat Ketaren. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE- Sebanyak 3.760 vial vaksin produksi Sinovac untuk kebutuhan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), tiba di Kabupaten Karo pada Jumat (29/1/2021) kemarin.

Setelah tiba di Kabupaten Karo, vaksin yang dibawa menggunakan mobil box serta dikawal ketat oleh personel kepolisian ini, langsung disimpan di gudang medis milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo.

Menurut keterangan dari Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karo Arie O Lopiga, saat ini vaksin tersebut telah disimpan di lemari pendingin yang telah sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dirinya menyebutkan, pihak Dinkes saat ini memiliki dua lemari pendingin yang masing-masing lemarinya sudah terisi oleh vaksin yang baru tiba kemarin.

"Sebelum mengetahui jadwal vaksinasi, kita simpan terlebih dahulu vaksinnya di lemari pendinginan. Ini sudah standar WHO, jadi memang difungsikan untuk menyimpan vaksin. Semua vaksin yang datang, kita simpan di dua alat ini cuma memang kalau ada pasokan lagi, masih mencukupi," ujar Arie, Minggu (31/1/2021).

Ketika ditanya perihal tata cara penyimpanan vaksin ini, Arie menjelaskan jika lemari pendingin disetel dengan suhu di angka minimal dua derajat celcius dan maksimal delapan derajat celcius. Dirinya mengatakan, untuk vaksin pencegah virus corona ini dirinya mengatakan memang sudah diteliti jika suhu yang pas tidak boleh melebihi batas yang telah ditentukan.

"Kalau suhunya paling rendah itu dua derajat celcius, dan maksimal delapan derajat celcius. Karena setiap vaksin itu berbeda-beda cara penyimpanannya, ada yang memang tahan di suhu yang di bawahnya dan ada yang bisa lebih. Makanya, setiap vaksin berbeda penanganannya," ungkapnya.

Amatan www.tribun-medan.com, dari dua lemari pendingin berwarna biru di bagian luarnya ini, terlihat memiliki sistem pendinginan yang cukup rumit. Dari dua lemari ini, ada beberapa bagian yang berfungsi untuk menjaga suhu agar tetap terjaga.

Lebih lanjut, Arie mengatakan jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba di jaringan gudang tersebut pihaknya tidak langsung khawatir. Pasalnya, dua lemari pendingin ini memiliki sistem pendinginan yang cukup memadai untuk menjaga stabilitas suhu di dalamnya. Bahkan, dengan sejumlah alat canggih yang ada di dalam lemari tersebut suhu bisa dapat terus terjaga selama maksimal 24 jam dari pasca listrik padam.

"Jadi kalau sewaktu-waktu padam listrik, alat ini masih bisa menyimpan daya untuk menjaga suhu. Cuma untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kita harus tetap selalu menjaga pasokan listriknya," katanya.

Sebelumnya, Bupati Karo Terkelin Brahmana berharap, dengan adanya vaksin ini dapat memberikan angin segar bagi Pemkab Karo agar dapat mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Selain itu, tenaga kesehatan bisa semakin maksimal dalam menjalankan tugasnya. Dan kita harap kepada masyarakat, juga tetap harus tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved