Breaking News:

Update Covid19 Sumut 12 Februari 2021

Jadi Vaksinator Vaksin Covid, dr Margareth Sirait Sebut Sudah Dilatih Secara Khsusus.

Sebelum vaksinasi Covid-19, pihaknya telah dilatih secara khusus sebagai vaksinator melalui zoom pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
VAKSINATOR dalam kegiatan vaksinasi perdana di Toba, dr Margareth Sirait. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE –  Para tenaga kesehatan (Arkes) sudah mengikuti vaksinasi di pendopo Kantor Bupati Toba pada minggu lalu Jumat (5/2/2021) untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Untuk kesepuluh orang tersebut, dr Margareth Sirait bertugas sebagai vaksinator.

Kepada Tribun-Medan.com, Margareth dirinya bercita-cita menjadi seorang dokter dan telah berulangkali ikut serta memberikan penyuntikan vaksin.

Dirinya menyampaikan bahwa dirinya tidak gamang lagi menangani vaksinasi ini. Tidak terlalu banyak yang berubah dari vaksinasi sebelumnya, misalnya untuk imunisasi yang kerap mereka tangani di Puskesmas.

Sebelum vaksinasi Covid-19, pihaknya telah dilatih secara khusus sebagai vaksinator melalui zoom pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Toba.

Dalam penuturannya, ia menyampaikan segala persiapan telah dilakukan, meliputi prosedur pelaksanaan, protokol pelaksanaan atau Standard Operating Procedure(SOP).

“Kami telah lakukan vaksinator walaupun secara online atau zoom, tapi kita kan diajarkan prosedur pelaksanannya, protapnya, SOP nya sudah diajarkan. Dan, saya kan seorang dokter di Puskesmas juga sudah biasa menyuntik,” ujar dr Margareth Sirait selaku vaksinator bagi kesepuluh penerima vaksin perdana di Toba pada Jumat (5/2/2021).

Terkait kesepuluh orang yang divaksin adalah penerima vaksin Covid-19 perdana di Toba, dr Margareth Sirait merasakan hal berbeda karena sedang berhadapan dengan orang-orang yang diutamakan dalam penerimaan vaksin tersebut.

Walau sedikit gugup, ia menyampaikan penyuntikan vaksin tersebut berjalan lancar dan tetap berpedoman pada profesionalitas.

“Jadi sudah kita persiapkanlah sebelumnya, baik secara mental, secara teknik. Itu sudah kita persiapkan. Kalau prosesnya tadi pasti ada bedanya, cuman kan kita mengedepankan profesionalitas. Mudah-mudahan ke depan dapat kita laksanakan dengan baik,” lanjut dr Margareth Sirait. 

Secara khusus, dirinya berharap agar masyarakat Toba bersedia menerima vaksin guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba. Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung program vaksinasi tersebut.

“Harapannya atau imbauannya kepada masyarakat, jangan takut divaksin. Vaksin ini aman sudah halal, mari kita dukung usaha pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19 ini,” sambung dr Margareth Sirait.

Walau masih pandemic Covid-19, dirinya  juga berpesan agar masyarakat tak perlu takut mendapatkan pelayanan kesehatan atau memeriksa kesehatan ke fasilitas kesehata.

Pasalnya, semakin cepat dilakukan pemeriksaan kesehatan, para tenaga kesehatan (nakes) juga semakin cepat mengambil langkah yang tepat bagi orang yang bersangkutan.

“Mungkin ada stigma negatif di masyarakat ya. Yang pasti, semakin cepat kita ketahui semakin cepat kita tangani, semakin cepat memutus rantai penularan Covid-19 ini. Jangan takut berobat dan juga jangan takut disuntik, bersama kita bisa,” pungkasnya.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved