Breaking News:

Dosen USU Bukan Prioritas Vaksinasi Dapat Suntikan, Ini Kata Jubir Satgas!

Seorang dosen Universitas Sumatera Utara yang tidak termasuk prioritas vaksinasi mendapat suntikan vaksin Covid-19 pada Pekan vaksinasi di kampus USU.

TRIBUN MEDAN/RISKY CAHYADI
Petugas menyuntikan vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan (nakes) pada pencanangan pekan vaksinasi di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatera Utara, Rabu (10/2/2021). Pencanangan pekan vaksinasi Covid-19 yang diikuti para nakes di Sumut tersebut guna menekan penyebaran di kalangan tenaga kesehatan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Seorang dosen Universitas Sumatera Utara yang tidak termasuk prioritas vaksinasi mendapat suntikan vaksin Covid-19 pada Pekan vaksinasi di kampus USU, Rabu (10/2/2021).

WS, dosen Fakultas Ilmu Budaya menuliskan pengalamannya disuntik vaksin di akun Facebooknya. Ia mengaku dibantu oleh seorang rekannya yang dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat sehingga bisa ikut vaksinasi.

Tribun Medan mencoba menghubungi WS melalui akun Facebook-nya. Namun sampai berita ini dibuat, permintaan wawancara, belum ditanggapi.

Jubir Satgas Covid-19 Medan, Mardohar Tambunan memastikan WS tidak masuk peserta pada Pekan vaksinasi di kampus USU karena bukan termasuk tenaga kesehatan yang merupakan prioritas vaksinasi saat ini.

"Sebarkan saja informasinya biar ramai. Tapi saya tidak ada terima data itu. Karena pasti kalau dia ikut, dia tidak bisa terdata di Primary Care," ungkapnya, Jumat (12/2/2021).

Mardohar menyebutkan bahwa tenaga medis penyuntik Wara seorang yang bodoh jika melakukan vaksinasi kepada masyarakat dari kalangan non medis.

"Kalau disuntikkan ke orang lain, bodohlah orang yang menyuntikkan itu," ujarnya.

Mardohar menegaskan Wara tidak akan bisa mendapatkan dosis kedua vaksin dan mendapatkan sertifikat lantaran tidak terdata sebagai tenaga kesehatan.

"Tidak ada istilah terselip. Tidak bisa keluar. Vaksin itu kan dibagi-bagi. Ada untuk lansia, untuk orang yang komorbid. Itu sudah ada bagiannya. Enggak akan mungkin bisa salah lagi. Kalau pun salah, berarti komputernya salah atau orangnya main suntik-suntik saja," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengakui disuntiknya WS pada Pekan Vaksinasi di kampus USU sebagai kelemahan sistem.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved