Pesohor Ramai Promosikan Saham, BEI Ingatkan Analisa Kinerja Perusahaan

Informasi tentang investasi saham di media sosial lewat laman milik para influencer ini di satu sisi menjadi promosi bagi para milenial.

DOK Humas Bank Commonwealth
ILUSTRASI bursa efek. 

"Jadi, bagi para investor pemula, sebaiknya memilih saham bukan berdasarkan informasi dari investor lainnya, melainkan berdasarkan analisa atas kinerja perusahaan yang sahamnya hendak dibeli," katanya. 

Analisa saham bisa diperoleh dari perusahaan sekuritas tempat investor membuka rekening saham.

Sumber lainnya, seperti dari laporan keuangan perusahaan secara langsung yang dipublikasi di website perusahaan, atau di media publikasi.

Informasi yang ada di media sosial cukup jadi pemacu para milenial mempelajari cara berinvestasi saham di pasar modal Indonesia.

"Pilihlah saham perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang bagus, atau yang memiliki potensi perkembangan yang baik di masa depan, yang biasanya dipaparkan dalam analisa saham yang dibuat analis pasar modal. Bandingkanlah harga saham perusahaan yang tercatat di BEI dengan harga buku per saham yang bisa dilihat di Laporan Keuangan perusahaan," katanya.

Jika harga saham atau harga yang diperjualbelikan jauh melebihi harga buku per saham (nilai buku perusahaan) atau nilai wajar perusahaan, maka harga tersebut artinya sudah melebihi harga wajar.

Kenaikan bukan berasal dari perkembangan kinerja, tapi dari mekanisme pasar (banyaknya permintaan karena saham tersebut ada potensi turun menyamai harga buku sahamnya.

"Investor yang memiliki saham yang overvalued ini bisa mengalami kerugian dari harga saham yang turun, ketika banyak investor yang melakukan penjualan atas saham tersebut. Jika harga saham sudah naik tinggi, investor-investor yang memiliki saham lebih awal akan melakukan aksi jual untuk merealisasikan keuntungan dan menikmati return. Investor yang membeli di harga tinggi akan mengalami kerugian," katanya.

Sebaliknya, jika harga saham yang diperjualbelikan di bawah harga buku perusahaan, maka saham tersebut akan cenderung naik mengikuti harga wajarnya.

Walaupun kenaikannya mungkin tidak cepat, tapi dalam jangka panjang akan menguntungkan saat harga saham mulai mendekati nilai wajarnya.

"Itu sebabnya, faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat memilih saham untuk pemula adalah mencari saham berdasarkan kinerja fundamental yang baik. Pilihlah saham perusahaan yang Anda pahami industrinya. Atau paling tidak dipelajari lebih dahulu bagaimana karakter bisnisnya dan kompetisinya di industri," katanya. 

Faktor berikutnya, berinvestasi dalam jangka panjang pada perusahaan yang secara fundamental baik, dapat menjaga risiko fluktuasi harga dan juga akan menikmati potensi keuntungan yang lebih besar.

Karena biasanya berinvestasi di saham dalam jangka panjang, bertujuan membiayai kebutuhan di masa depan agar tidak tergerus inflasi. Sisihkanlah dana investasi dari uang yang idle, atau yang tidak terpakai.

"Jangan ambil dana investasi dari uang kebutuhan bulanan. Dalam jangka pendek bisa saja harga saham mengalami fluktuasi naik dan turun akibat faktor non fundamental seperti krisis ekonomi, politik, sosial atau situasi yang terjadi di industri di mana perusahaan bergerak. Alokasikan dana investasi saham paling pendek antara 3-5 tahun. Lebih panjang lagi akan lebih baik, karena akan melewati siklus krisis ekonomi yang umumnya terjadi setiap lima tahun sekali," pungkasnya. (sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved