PERNYATAAN Lengkap Kapolda Jabar setelah Copot Kapolsek Astana Anyar, Pidana dan Pemecatan Menanti
PERNYATAAN Lengkap Kapolda Jabar setelah Copot Kapolsek Astana Anyar, Pidana dan Pemecatan Menanti
"Kalau memang hal itu benar dan bukti menunjukkan memang ada keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba, tentunya kami akan melakukan tindakan tegas," ucap Dofiri.
Menurutnya, kasus ini jadi pelajaran penting bagi seluruh anggota Polri yang menyalahgunakan narkoba.
"Kebijakan pimpinan jelas, Pak Kapolri kemarin menyampaikan bahwa bagi anggota penyalahguna narkoba pilihannya ada dua dipecat atau dipidanakan," ucap dia.
Saat ini, ke-12 oknum Polri itu masih menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Jabar.
Sanksi berat menanti mereka.
"Jadi dua pilihannya, dipecat atau dipidanakan.
Jadi sangat jelas sekali tindakan kami terhadap anggota yang melakukan pelanggaran tadi.
Bisa juga dua-duanya tergantung kesalahannya nanti ya, kita lihat," ucap Irjen Achmad Dofiri.
Kerap Pakai Kaus dan Celana Jins Bolong
Penangkapan Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi bersama belasan anggota polisinya mengagetkan orang-orang yang mengenalnya.
Selama ini, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dikenal sebagai polisi yang ramah dan sangat dekat dengan masyarakat.
"Saya kaget sekali mendengarnya. Sulit sekali untuk percaya. Saya benar-benar tidak menyangka," ujar Camat Astanaanyar Syukur Sabar, kepada Tribun saat dihubungi, Rabu (17/2).
Selama ini, kata Syukur, ia kerap berkoordinasi dengan Kompol Y Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dalam berbagai kegiatan.
"Selama pandemi Covid ini, kami kerap berkeliling mengunjungi warga untuk menyosialisasikan protokol kesehatan. Beliau sangat dekat dengan masyarakat," ujar Syukur.
Tak hanya Syukur, sejumlah warga Astanaanyar juga mengaku terkejut dengan penangkapan Kompol Y.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kompol-yuni-purwanti.jpg)