Breaking News:

Kampung Dongeng Medan Kembangkan Potensi Anak Daerah Lewat Kelas Pendongeng Cilik

Ini kita adakan kelas pendongeng cilik Indonesia. Jadi ini kegiatan kampung dongeng secara nasional yang kita harapkan adik-adik itu jadi satu wadah.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Aksi peserta cilik saat mengikuti Kelas Pendongeng Cilik dari Kampung Dongeng Medan di UKMMART, Jalan Sei Blutu No. 77 Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Serentak dilaksanakan secara nasional, Kampung Dongeng Medan melakukan inovasi untuk turut membantu anak-anak berkreasi aktif dengan membuka Kelas Pendongeng Cilik

Pendiri Kampung Dongeng Medan, Indri mengungkapkan bahwa kegiatan mendongeng ini dilakukan untuk wadah anak-anak untuk dapat mengembangkan kemampuan bercerita atau berbicara di depan publik.

"Ini kita adakan kelas pendongeng cilik Indonesia. Jadi ini kegiatan kampung dongeng secara nasional yang kita harapkan adik-adik itu jadi satu wadah. Selama ini kan pendongengnya itu dewasa yang menyebarkan pesan kebaikan sama anak-anak. 

Kali ini karena pandemi justru sesama anak-anak menguatkan teman-temannya dengan cara bercerita. Bukan hanya pendongeng saja tapi bisa jadi publik speaker, penyiar, reporter dan sejenisnya," ungkap Indri, Sabtu (20/2/2021).

Dibuka secara resmi oleh Awam sebagai penggagas Kampung Dongeng Indonesia pada pekan lalu melalui Zoom, kini sudah ada 43 peserta yang dibina oleh Kampung Dongeng Medan, diantaranya Medan, Lubuk Pakam, Binjai, Sergai, dan Pangkalan Berandan.

"Tadinya kita ingin di kota Medan saja, dan kita open untuk 50 anak. Tapi ternyata yang dari luar kota pun ingin punya kesempatan yang sama," ujarnya.

Terkait penjadwalan juga memiliki penambahan. Sebelumnya dua kali dalam seminggu, namun kini ada penambahan di hari Sabtu khusus untuk kelas di luar kota Medan.

"Saya sediakan waktu yang tidak sama hari untuk mendatangi anak-anak yang ikut kelas ini. Jadi kita pakai daring atau video call apapun yang bisa membantu anak-anak untuk mengeksplor kemampuannya," tuturnya.

Lanjutnya, Indri juga menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan dalam bentuk daring dan Luring dengan pengisian materi daring dari para pendongeng nasional.

"Kitakan daring dan Luring, kalau untuk luringnya ini seminggu sekali dan waktu nya berbeda-beda karena untuk protokol kesehatan kan. Sisanya kita lakukan daring," kata Indri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved