Pembunuhan Sadis Pasutri di Binjai, Begini Kata Keluarga Korban

Duka mendalam menyelimuti keluarga pasangan suami istri (pasutri) bernama Sugianto (56) dan Astuti (59) yang tewas dibunuh.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Keluarga pasangan suami istri yang menjadi korban pembunuhan, menggelar tahlilan, Selasa (23/2/2021) malam. Jasad pasutri itu ditemukan di perkebunan tebu Kelurahan Tunggurono Kecamatan Binjai Timur. 

Sementara, anak korban lainnya yang bernama Alika Munaya (19) mengatakan, sejauh ini tidak ada sosok yang dicurigai terkait kejadian yang menimpa orangtuanya.

"Tadi saya dimintai keterangan oleh Polres Binjai. Seputar tentang mamak dari rumah gimana, bangun jam berapa, pakai baju apa, pakai helm apa gak, kegiatan di rumah apa aja. Kalau kecurigaan belum ada," ujarnya.

Baca juga: Sadis, Perampok Tebas Leher Pasutri dan Mayatnya Dibuang di Parit Perkebunan Tebu Binjai

Polres Binjai Dibantu Polda Sumut

Pelaku pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri yang ditemukan di area kebun tebu Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, masih misterius.

Hingga kini, Selasa (23/2/2021) pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai belum dapat mengungkap kasus ini.

Pihak kepolisian belum dapat memberi keterangan resmi terkait motif pembunuhan pasangan suami istri (Sugiono-Astuti) yang diduga jadi keganasan pelaku begal.

Tindak lanjut penyelidikan ini belakangan turut melibatkan Unit Jatanras Polda Sumut di bawah naungan Direktorat Reserse Kriminal Umum.

"Anggota Satreskrim masih bekerja di lapangan, apa yang mau diberi keterangan lebih lanjut. Satreskrim Polres Binjai sudah membentuk tim untuk mengungkap kasus. Turut dibantu Jatanras dari Reskrimum Polda Sumut untuk mengungkap kasus ini," kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting.

Dia juga memohon doa agar Polres Binjai dapat mengungkap kasus ini.

Siswanto meminta agar bersabar, selama anggota Reskrim kerja dalam penyelidikan dugaan pembunuhan yang diduga dilakukan lebih dari satu orang.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Yayang Rizky Pratama ketika hendak ditemui dalam rangka konfirmasi tidak memberi jawaban.

Dia juga tidak bisa ditemui ketika wartawan mendatanginya di ruang kerjanya di lantai II Satreskrim Polres Binjai.

Beberapa kali dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular hingga pesan tertulis yang dilayangkan ke WhatsApp belum dijawab AKP Yayang.

Sebelumnya, pasutri Sugianto dan Astuti ditemukan bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa.

Keduanya diduga menjadi keganasan korban begal karena sepeda motor jenis matic yang dikendarai hilang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved