Sempat Bangga Berada di PSMS, Ternyata Dwi Rafi Angga Minggat Tanpa Permisi, Berlabuh di Persela

Kepergian pesepakbola 24 tahun ini dilatarbelakangi pencoretan PSMS dari kompetisi Piala Menpora 2021.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah eks pemain PSMS Medan latihan bersama dengan pemain PON Sumut di Kebun Bunga, Medan, Jumat (29/1/2021). Manajemen PSMS Medan terus memfasilitasi para pesepakbola untuk latihan di markas Ayam Kinantan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Muhammad Dwi Rafi Angga secara resmi telah meninggalkan Stadion Kebun Bunga, Medan. Eks striker PSIM Yogyakarta ini memilih untuk bergabung dengan klub Liga 1 Persela Lamongan.

Kepergian pesepakbola 24 tahun ini dilatarbelakangi pencoretan PSMS dari kompetisi Piala Menpora 2021.

Padahal, sebelumnya Rafi mengungkapkan ketertarikan untuk bisa kembali memperkuat klub berjuluk Ayam Kinantan.

"Bicara target ya setiap pemain dimana pun pasti punya target. Apalagi saya kalau di kota kelahiran gak mungkin aku sia-siain kan peluang,"kata Rafi saat diwawancarai, waktu lalu.

Hengkangnya Rafi ini dibenarkan oleh Sekretaris Klub PSMS, Julius Raja. Julius mengaku Rafi memang menunjukkan tanda-tanda tidak betah dengan absen mengikuti latihan di Stadion Kebun Bunga beberapa hari.

"Iya dia sudah tidak ada latihan sejak Senin kemarin. Artinya kami tidak tahu, karena belum ada pamit sama kami, " ujarnya, Selasa (23/2/2021).

Dwi Rafi Angga mengakui tertarik untuk kembali memperkuat klub lamanya, PSMS Medan musim ini.
Dwi Rafi Angga mengakui tertarik untuk kembali memperkuat klub lamanya, PSMS Medan musim ini. (Tribun-Medan.com/Chandra Simarmata)

Julius mengatakan sudah berupaya mempertahankan pemain, khususnya mantan pemain PSMS untuk tidak minggat. Bujuk rayu pun sudah dilakukan mulai dari pemberian uang transport, liburan bersama, dan jatah libur.

"Karena kan niat baik kami sifatnya mau mengumpulkan para pemain dari Sumut, Medan khususnya yang mau berlatih di sini (Stadion Kebun Bunga),"katanya.

Julius yang akrab disapa King mengatakan tidak bisa menanggapi terlalu jauh tentang itu. PSMS juga tidak mempermasalahkan karena pemain bebas memilih dimana klub tempat dia bermain.

"Kalau hatinya enggak ke PSMS ya kita gak usah paksa,"kata King.

King mengatakan prinsip sekarang tetap memberikan keputusan kepada pemain. Bila ada klub yang lebih baik, manajemen tidak menghambat langkah.

Baca juga: Pebiliar Nasional Pimpin POBSI Medan, Diharapkan Bisa Berbagi Pengalaman Hadapi PON

Baca juga: Real Madrid Bagi-bagi Mobil Baru Lagi, Zidane dan Ramos Dapat Audi RS6

"Kalau ada yang memilih pergi ya kita lihatlah bagaimana nanti. Tentu kalau dia pergi begitu saja tanpa minta izin tentu salah. Tapi kalau dia misalnya pergi ya menyampaikan sesuatu memang betul dan hatinya gak ke PSMS lagi gak mungkin kita paksa," ujarnya.

King mengatakan PSMS saat ini memang masih belum ada mengontrak pemain. Apalagi PSMS juga batal diikutsertakan oleh PSSI dan PT LIB dalam turnamen.

Kata King jika berkaca dari Liga 2 yang rencananya baru bisa digelar seusai lebaran tentu juga sangat sulit untuk mengontrak pemain. Sebab manajemen sudah banyak kehilangan sponsor akibat kompetisi yang cukup lama vakum.

"Kami minta juga pemain kan harus lihat kondisi kami. Kami ini kan menjalankan tim masih tanpa sponsor. Artinya terlalu dini juga sekarang kalau kita bicara untuk Liga 2. Ini masih bulan Februari," terangnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved