Terapkan Sistem HSSE Golden Rule, Pertamina Komitmen Capai Zero Accident dalam Bekerja

Salah satu faktor yang bisa menimbulkan terjadinya insiden adalah terkait budaya, perilaku konsumen dan lainnya.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
SEJUMLAH jurnalis melakukan kunjungan ke Fuel Terminal Medan Group di Jalan KL Yos Sudarso, Medan, Selasa (16/2/2021). PT Pertamina berkomitmen menerapkan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. 

"Salah satunya fasilitas pemadam kebakaran yang terintegrasi maupun yang independen. Kemudian juga fasilitas New Gantry System yang secara langsung dapat mengurangi potensi-potensi kondisi tidak aman seperti tumpahan, bocoran dan lain-lain," jelas Achmad.

Fuel Terminal (FT) Manager Medan Group M Ikmal mengatakan, keunggulan FT Medan Group, pada fasilitas pengisian mobil tangki Pertamina secara aktif menerapkan teknologi untuk membantu proses operasional yaitu dengan new gantry system.

Dengan sistem ini,  pengisian mobil tangki dengan sistem automasi metode swap card sehingga mengurangi proses interface manusia di dalam proses pengisian.

“Dengan didukung oleh penggunaan teknologi yang handal dan juga penerapan aspek keselamatan pada setiap proses operasional, FT Medan Group mampu menyalurkan produk BBM dengan kemampuan 6.817.000 liter per hari,” ujarnya.

Untuk meminimalisir kasus kecelakaan kerja, Pertamina selalu mengupgrade kebijakan-kebijakan agar semakin safety. Kebijakan peraturan HSSE semakin dilengkapi. Sehingga dalam operasional semakin safety.

"Jadi kecelakaan yang terjadi dapat dicegah dikemudian hari," ujar Superintendent RSD Labuhan Deli, Eri Wibowo.

Untuk insiden kerja, Eri mengatakan ada beberapa kebakaran yang terjadi di Indonesia, misalnya kebakaran tangki timbun dan baru-baru ini terjadi kebakaran di jalur pipa di Tol Cikampek, Jakarta.

"Hal-hal seperti ini yang jadi bahan untuk evaluasi oleh Pertamina. Kalau di Medan Group belum ada kejadian yang sampai fatal. Kita juga menghindari jangan sampai terjadi seperti itu. Tahun ini juga kita mendapatkan predikat zero accident dari Disnaker," katanya. 

Dikatakannya, Fuel Terminal Medan Group juga banyak melakukan program-program seperti Program Bulan K3, pelatihan pemadam kebakaran, pengujian sarfas-sarfas yang ada di tangki timbun secara berkala.

Tim Pertamina secara khusus bagian HSSE membuat dan memperbaiki kebijakan kebijakan agar semakin safety sehingga kedepannya kecelakaan dapat dicegah.

“Di Medan Group belum ada kejadian yang sampai fatal, kita juga menghindari jangan sampai terjadi. Tahun ini juga kita mendapatkan penghargaan dengan kategori zero accident dari Disnaker. Kemudian walaupun tidak pernah terjadi di Medan Group ini kita tetap waspada dengan melakukan program-program contohnya pada bulan ini kita juga ada program bulan K3 pelatihan pemadaman kebakaran, pengujian sarana dan fasilitas (sarfas) yang  ada di tangki timbun secara berkala, tetap kita waspada,” ucap Eri.

Diakuinya, 131 mobil tangki melayani sebanyak 600 SPBU jadi mobil tangki akan bolak-balik ke FT. FT Medan Group buka 24 jam setiap hari. 

Dalam kegiatan yang berwawasan lingkungan, HSSE FT Medan Group melakukan program-program CSR pekan Labuhan Bestari (Kampung warna-warni ecobrick, bunda-bunda menjahit, doorlenial) Belawan Bahari. Sementara itu kegiatan HSE FT Medan Group berupa pelatihan pemadaman api nyata, sosialisasi contractor safety management system, test screening NAPZA, refreshment defensive driving training AMT. (yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved