Breaking News:

JAKSA KPK Tuntut Syamsul Hilal dan Ramli Lebih Berat Dibandingkan 12 Mantan Anggota DPRD Sumut Lain

MANTAN Anggota DPRD Sumut dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Syamsul Hilal dituntut penjara 5 tahun penjara denda Rp 500 juta.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Suasana sidang lanutan tindak pidana korupsi yang menjerat 14 mantan anggota DPRD Sumut secara daring di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (1/3/2021). Sidang dengan agenda tuntutan tindak pidana korupsi yang menjerat 14 mantan anggota DPRD Sumut terkait kasus uang suap. 

TRIBUN-MEDAN.COM -MANTAN Anggota DPRD Sumut dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Syamsul Hilal dituntut kurungan penjara 5 tahun penjara denda Rp 500 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan 14 anggota DPRD Sumut menerima uang suap atau uang ketok palu. 

Syamsul Hilal dituntut lebih berat karena tidak mengakui perbuatannya. 

Selain Syamsul Hilal, Jaksa Penuntut KPK juga menuntut Ramli, mantan Anggota DPRD Sumut lainnya dengan tuntutan serupa. 

Hal ini diketahui saat sidang tindak pidana korupsi yang menjerat 14 mantan anggota DPRD Sumut kini memasuki agenda tuntutan di ruang cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (1/3/2021).

Akibatnya, kedua anggota dewan tersebut, dituntut dengan pidana penjara lebih berat daripada 12 anggota dewan lainnya yang mengakui perbuatannya.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Syamsul Hilal dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 500 juta, subsidar 5 bulan kurungan," kata JPU KPK Budhi Sarumpaet di hadapan majelis hakim yang diketuai Imanuel Tarigan.

Tidak hanya itu, dalam sidang yang berlangsung secara daring tersebut, JPU juga menuntut supaya Syamsul dibebankan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 477 juta lebih, dengan ketentuan apabila paling lama dalam waktu 1 bulan, sesudah putusan pengadilan terdakwa tetap tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya yang telah disita oleh jaksa, akan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

"Dan apabila hasil pelelangan ternyata belum menutupi uang pengganti, maka harta benda terdakwa lainnya oleh jaksa dilelang dalam menutupi uang pengganti tersebut. Dan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun dan 6 bulan," kata JPU.

Dikatakan JPU, adapun yang memberatkan hukuman terdakwa karena Syamsul tidak mengakui perbuatannya sementara yang meringankan terdakwa bersikap sopan selama di persidangan.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: jefrisusetio
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved