Breaking News:

JFX Targetkan Transaksi 11,1 Juta Lot, BestProfit Tumbuh 25 Persen

Tentunya pencapaian ini adalah berkat partisipasi dan upaya terbaik dari para perusahan pialang berjangka yang merupakan anggota JFX

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Eti Wahyuni
JFX Targetkan Transaksi 11,1 Juta Lot, BestProfit Tumbuh 25 Persen
Tribun Medan
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX), Stephanus Paulus Lumintang (berbaju kuning) dalam paparan kinerja PT Best Profit Futures (BPF) di Medan, Kamis (4/3/2021). Tahun ini jumlah transaksi ditargetkan mencapai 11,1 juta lot. Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tahun 2020 PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) mencapai pencapaian tertinggi selama beroperasi. Selanjutnya pada tahun ini ditargetkan transaksi mencapai 11,1 juta lot.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX), Stephanus Paulus Lumintang dalam paparan kinerja PT Best Profit Futures (BPF) di Medan, Kamis (4/3/2021).

"Tahun 2020, transaksi JFX mendekati 9,5 juta lot. Tentunya pencapaian ini adalah berkat partisipasi dan upaya terbaik dari para perusahan pialang berjangka yang merupakan anggota JFX, salah satunya PT Best Profit Futures ini," katanya.

Baca juga: Pesohor Ramai Promosikan Saham, BEI Ingatkan Analisa Kinerja Perusahaan

Menurutnya, kenaikan transaksi ini menunjukkan sebuah tren positif atas perdagangan berjangka komoditi sebagai salah satu instrumen investasi di Indonesia. Selama 2020 kenaikan transaksi tertinggi ini juga diakibatkan animo masyarakat yang tinggi diimbangi dengan cara-cara penjelasan yang mudah dimengerti.

"Tahun 2021 kita diberikan target sebesar 11,1 juta lot. Ini adalah sebuah target yang terukur. Kita optimis namun kita gencar melakukan upaya sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan jumlah nasabah dan lebih memperkenalkan industri perdagangan berjangka komoditi ke berbagai kota di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, dalam memilih investasi, hal yang perlu dicermati adalah mengenai legalitas dari perusahaan. Pastikan agar perusahaan itu merupakan perusahan legal dan dapat izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan merupakan anggotan JFX.

"Ini juga memaksimalkan agar menimbulkan rasa percaya kepada investor-investor di Indonesia. Selama ini untuk anggota yang melakukan pelanggaran berat pihaknya akan melakukan pencabutan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB)," katanya.

Ke depannya agar tidak terjadi pelanggaran pihaknya memberlakukan aturan yang ketat dan monitoring secara berkala untuk meminimakan terjadinya pelanggaran yang sifatnya berat.

"Hingga saat ini total sekarang ada 73 anggota. Kita sedang memproses ada beberapa anggota baru sekitar dua tahun ini. Namun yang lebih banyak adalah proses pembukaan cabang," pungkasnya.

Pimpinan cabang BPF Medan, Kartomo menargetkan pertumbuhan 25 persen di 2021 ini. Untuk pertumbuhan nasabah selama 2020 ada penambahan 278 nasabah baru.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved