News Video
Mahfud MD Tegas, tak Akui Jenderal (Purn) Moeldoko Ketum Partai Demokrat
Menko Polhukam Mahfud MD dengan tegas mengatakan kalau saat ini pemerintah hanya mengakui Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
TRIBUN-MEDAN.COM - Menko Polhukam Mahfud MD dengan tegas mengatakan kalau saat ini pemerintah hanya mengakui Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Tak hanya itu saja, Mahfud MD mengatakan tak ada KLB Partai Demokrat.
"Sampai dengan saat ini pemerintah tidak menganggap, setidak-tidaknya secara hukum tidak tahu ada KLB atau tidak, secara hukum ya, meskipun telinga kita mendengar, mata melihat. Tapi secara hukum kita tidak bisa mengatakan itu KLB sebelum dilaporkan secara resmi,” ujar Mahfud MD.
Mahfud menilai permasalahan KLB Demokrat merupakan masalah internal partai politik.
Menurut Mahfud, sesuai UU, pemerintah tak bisa melarang atau mendorong kegiatan yang mengatas namakan kader Partai Demokrat di Deli Serdang.
Mahfud menjelaskan hal tersebut sama dengan sikap pemerintahan dari presiden-presiden RI sebelumnya termasuk SBY.
Mahfud juga menyinggung masalah internal PKB saat pemerintahan presiden Megawati dan SBY.
Mahfud menambahkan, saat itu bu Mega tak melarang atau pun mendorong karena secara hukum hal itu masalah internal PKB.
Sama juga dengan sikap pemerintahan pak SBY ketika 2008 tidak melakukan pelarangan saat ada PKB versi Parung (Gus Dur) dan versi Ancol (Cak Imin).
Baca juga: Pembicaraan AHY dengan Mahfud MD Bahas Kisruh Partai Demokrat Terekam dalam Video 1.40 Menit
Baca juga: Partai Demokrat Bersih-bersih, AHY Pecati Kader yang Membelot, Ini Daftarnya
AHY Bertemu Mahdud MD
Hari ini, Senin (8/3/2021), Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki jadwal padat.
Setelah ke Kemenkumham, AHY menuju kantor KPU.
Tak selesai di situ, AHY juga menemui Menkopolhukam Mahfud MD.
Cuplikan pertemuan keduanya terekam dalam video singkat di akun youtube Kemenko Polhukam RI.
"Dari anu ya, dari Kumham (Kemenkumham) ya," tanya Mahfud ke AHY, yang dikutip dari kanal Youtube Kemenko Polhukam.