News Video
Pembicaraan AHY dengan Mahfud MD Bahas Kisruh Partai Demokrat Terekam dalam Video 1.40 Menit
Hari ini, Senin (8/3/2021), Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki jadwal padat termasuk bertemu Mahfud MD
Hari ini Ketum Partai Demokrat AHY bertemu Mahfud MD setelah berkunjung ke KPU dan Kemenkumham
TRIBUN-MEDAN.COM - Hari ini, Senin (8/3/2021), Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki jadwal padat.
Setelah ke Kemenkumham, AHY menuju kantor KPU.
Tak selesai di situ, AHY juga menemui Menkopolhukam Mahfud MD.
Cuplikan pertemuan keduanya terekam dalam video singkat di akun youtube Kemenko Polhukam RI.
"Dari anu ya, dari Kumham (Kemenkumham) ya," tanya Mahfud ke AHY, yang dikutip dari kanal Youtube Kemenko Polhukam.
"Iya, Pak," jawaB AHY.
Tonton videonya:
Baca juga: DETIK-detik AHY Pimpin Massa ke Kemenkumham, LAWAN Jenderal (Purn) Moeldoko!
Baca juga: AHY Berani Sentil Jenderal (Purn) Moeldoko dengan Status Prajurit Padahal hanya Pangkat Mayor
Dalam video berdurasi 1.40 menit, keduanya terdengar tengah membahas mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat tahun 2020 yang sudah terdaftar di Kemenkumham.
Selain itu, mereka juga membahas soal kedaulatan partai hingga adanya apel siaga bersama ketua DPC dan ketua DPD Partai Demokrat menyusul semakin memanasnya dinamika yang ada.
Sebelumnya, AHY mendatangi Kemenkumham untuk menyerahkan berkas. Berkas tersebut sebagai pembuktian, bahwa Kongres Luar biasa (KLB) kubu kontra-AHY ilegal.
"Saya memiliki keyakinan Kementerian Hukum dan HAM memiliki integritas dan juga bisa bertindak secara objektif, menggunakan segala data, bukti, dan fakta yang kami serahkan hari ini," kata AHY di kantor Kemenkumham, Senin, dikutip dari tayangan Kompas TV.
AHY 'Sentil' Moeldoko
"Saya juga dulu adalah prajurit. Beliau juga adalah prajurit. Dalam keprajuritan menghormati senior wajib dilakukan," begitu lah ucapan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setelah Moeldoko menerima hasil KLB Partai Demokrat di Deliserdang, 5 Maret 2021.
AHY memberikan kode ada pengecualian untuk Moeldoko.
Meski Moeldoko pernah menjabat sebagai Panglima TNI, AHY menegaskan kalau Kepala Staf Kepresidenan itu bukan contoh yang baik.
"Tapi dari para senior pula saya mendapatkan pelajaran, tidak semuanya bisa menjadi contoh yang baik," sambungnya.
Ucapan AHY ini dinilai berani.
Apalagi AHY pensiun dari militer hanya dengan pangkat mayor.
Video pernyataan AHY:
Baca juga: Jenderal Gatot Nurmantyo: Waduh Itu Anak gak Beradab, Uda Dijadiin KSAD dan Ini (Panglima TNI)
Baca juga: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Tolak Kudeta AHY karena Jasa SBY, Moeldoko Malah Ikut Berperan
SBY Mohon Ampun ke Tuhan
Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingat memori beberapa tahun lalu saat dirinya melantik Moeldoko menjadi KSAD dan Panglima TNI.
Hal ini disampaiklan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu setelah Moeldoko terpilih sebagai Ketum Partai Demokrat hasil KLB Deliserdang.
Moeldoko mengkudeta anak SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ia lantas menyampaikan mohon ampun kepada Tuhan di hadapan foto almarhum Sang Ibunda dan Istrinya.
"Rasa malu dan rasa bersalah saya, yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu," ujar SBY dalam konfrensi pers yang digelar di kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor, Jumat (5/3/2021).
Baca juga: Viral Video Gatot Nurmantyo Mengaku Pernah Ditawari untuk Rebut Ketua Umum Partai Demokrat dari AHY
Baca juga: Petinggi Partai Demokrat Disambut Tari Perang Nias, Massa AHY VS Moeldoko Berperang di Luar Kongres
Menurut SBY, banyak pihak merasa tidak percaya bahwa Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam Partai Demokrat dan tega melakukan kudeta.
"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral. Dan hanya mendatangkan rasa malu, bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI," ujar SBY.
Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, motif Moeldoko dalam merebut kepemimpinan partai tidak berubah.
"Memang sejak awal motif dan keterlibatan KSP Moeldoko tidak berubah," ucap AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi 41, Jakarta Pusat.
"Yaitu ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat yang sah, menggunakan cara-cara inkonstitusional, serta jauh dari moral dan etika politik," imbuhnya.
Adapun keputusan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2026 dibacakan oleh Jhoni Allen Marbun.
Pernyataan tersebut diiringi riuh para peserta KLB. Terlihat para peserta menyetujui dan meneriakkan kata setuju dengan hasil putusan tersebut.
Jhoni mengungkapkan ada dua nama yang menjadi calon Ketum Partai Demokrat, yakni Moeldoko dan Marzuki Alie.
Namun, Marzuki memutuskan untuk mengundurkan diri.
Kendati demikian, mantan Ketua DPR itu diputuskan untuk menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
KLB juga menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat AHY dinyatakan telah demisioner.
Sebagian berita dilansir dari Kompas.com