KINI 70 Orang Demonstran Tewas di Myanmar, Jadi Perhatian Dunia, Kekerasan Terus Berlanjut
Pakar hak asasi manusia PBB di Myanmar pada hari Kamis (11/3/2021) melaporkan bahwa telah ada 70 orang korban tewas
Sementara China dan Rusia tidak mengikutinya dengan alasan bahwa kudeta tersebut merupakan bagian dari urusan dalam negeri Myanmar.
Pada hari Rabu (10/3), Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang mengutuk penggunaan kekerasan oleh militer dalam menindak pengunjuk rasa.
Mereka mendesak militer untuk sepenuhnya menahan diri.
Dewan Keamanan PBB memberi dukungan kepada Myanmar untuk transisi menuju sistem demokrasi dan menekankan perlunya menghormati hak asasi manusia dan kebebasan fundamental serta menegakkan supremasi hukum.
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sedikitnya 70 Orang Tewas Sejak Kudeta Militer Berjalan di Myanmar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sehari-38-pengunjukrasa-myanmar-tewas-2.jpg)