Dua Mahasiwa Dikeluarkan dari Universitas, Ketahuan Pelukan & Bikin Acara Lamaran di Kampus
Sebuah universitas top di Pakistan mengeluarkan 2 mahasiswi karena berpelukan dan menggelar acara melamar di kampus.
TRIBUN-MEDAN.com - Melamar kekasih adalah momen yang paling membahagiakan, sekaligus mengharukan, apalagi jika digelar dengan romantis.
Tapi pasangan kekasih ini malah mendapat kesialan setelah menggelar acara lamaran romantis.
Sebuah universitas top di Pakistan mengeluarkan 2 mahasiswi karena berpelukan dan menggelar acara melamar di kampus.
Ini terjadi setelah video menjadi viral di internet.
Sebuah komite disiplin khusus dari Universitas Lahore mengadakan pertemuan pada 12 Maret dan memanggil mereka berdua tetapi mereka tidak hadir.
Pihak kampus kemudian memilih untuk mengeluarkan mahasiswi laki-laki dan perempuan itu dan melarang mereka berada di kampus.
Baca juga: INTIP 5 Prodi Kuota Terbanyak di USU Saat SBMPTN, Menkumham RI ternyata Lulusan Prodi Ini
Universitas Lahore mengatakan mereka terlibat dalam pelanggaran peraturan universitas yang berat.

Video lamaran itu berhasil menghebohkan media sosial Twitter, hingga menduduki puncak trending pada Kamis lalu ketika insiden itu terjadi.
Rekaman viral menunjukkan gadis dengan lutut kanan ditekuk di tanah, memegang buket mawar, melamar mahasiswa laki-laki, yang kemudian mengambil bunga dan menarik gadis itu untuk pelukan.
Siswa terdekat terlihat menyemangati mereka.
Saat rekaman itu menjadi viral, dan sampai ke pihak universitas.
Keputusan untuk mengeluarkan pasangan kekasih itu menuai reaksi beragam di internet.
Seorang pengguna media sosial memposting gambar legenda film India Amitabh Bachchan dari film "Mohabbatein" di mana dia berperan sebagai seorang kepala sekolah yang menentang percintaan di perguruan tinggi.
Baca juga: Bejat! Tukang Sayur Tua Ini Perkosa 30 Ekor Anjing Liar, Netizen Kecam Aksi Biadabnya
"Mempersembahkan untuk Anda, Kepala Sekolah Universitas Lahore," baca keterangan foto Bachchan.
Beberapa tokoh seperti anak perempuan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto, Bakhtawar Bhutto-Zardari, menyebut tindakan universitas itu konyol.
Mantan Test Cricketer Istri Wasim Akram, Shaniera Akram, mengatakan dalam sebuah tweet: "Terapkan semua aturan yang Anda inginkan tetapi Anda tidak dapat menghilangkan cinta! Itu ada di hati kita, itu bagian terbaik tentang menjadi muda dan itulah yang membuat hidup layak dijalani! Anda belajar lebih banyak tentang cinta daripada yang pernah Anda pelajari di kampus." (sal/tribun-medan.com)