Myanmar Berubah Menjadi Lautan Api, Penduduk Bakar Pabrik-pabrik Milik China
Beberapa pemilik perusahaan China di Myanmar mengatakan mereka harus melengkapi diri mereka dengan senjata.
"China terus memantau perkembangan di Myanmar dan sangat prihatin tentang keselamatan warga China di negara ini," kata juru bicara Zhao.
"Kami mendesak para pengunjuk rasa Myanmar untuk secara hukum menyatakan pandangan mereka, untuk menghindari merusak kerjasama persahabatan antara kedua negara," kata juru bicara Zhao, yang menolak mengatakan Beijing punya rencana.
Pekan lalu, China mendukung pernyataan dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengutuk penggunaan kekerasan rezim militer Myanmar terhadap pengunjuk rasa damai.
Lalu, mendesak militer Myanmar untuk menahan diri secara maksimal.
Pernyataan Dewan Keamanan PBB juga meminta militer Myanmar untuk segera membebaskan Aung San Suu Kyi.
"Banyak proyek investasi China di Myanmar menghadapi risiko besar. Namun, Beijing berada dalam dilema," kata Pang Zhongying, pakar hubungan internasional di China Ocean University.
"Asap api membubung dari beberapa kawasan industri di Yangon dari tengah malam hingga pukul 4 pagi,' kata seorang pemilik toko.
"Sebagai orang asing, kami tidak bisa berbuat apa-apa," kata pemilik bisnis Tionghoa di Myanmar.
"Saya telah mengetahui bahwa semua perusahaan Jepang, Korea dan Singapura telah menggantungkan bendera nasional mereka agar tidak menjadi sasaran pengunjuk rasa," kata Lee Htay pemilik bisnis transportasi China di Yangon.
"Ada lebih dari 400.000 orang China di Myanmar dan kami tidak dapat menyerahkan aset kami untuk pulang jika ada perintah evakuasi," tambahnya.
Baca juga: Mengejutkan Kabar Terbaru Desiree Tarigan, Istri Pengacara Hotma Sitompul, Desiree Minta Didoakan
Baca juga: Ada Apa dengan Rumah Tangga Pengacara Hotma Sitompul? Desiree Tarigan Minta Doa dari Teman-temannya
Tautan Artikel Intisari Online:China Marah Besar, Mengaku Tak Punya Sangkut Paut dengan Kudeta Myanmar, Penduduk Myanmar Secara Barbar Bakar Pabrik China, Karena Menuduhnya Lakukan Hal Ini