Amerika Marah, Ancam Gempur Korut, Jenderal Lloyd Austin: Pasukan Kami Siap Tempur Malam Ini
Sementara itu AS dan Korea Selatan kembali menggelar latihan militer setelah jeda selama lebih dari setahun karena pandemi virus corona.
Sepak terjang
Dilansir dari The American Academy of Diplomacy, Austin mencapai puncak karier militernya sebagai Komandan ke-12 Komando Pusat AS dari 22 Maret 2013 hingga 30 Maret 2016.
Dalam kapasitas ini, ia bertanggung jawab atas strategi militer dan operasi gabungan di seluruh Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan.
Jenderal bintang empat itu adalah "arsitek" utama dalam operasi militer AS menggempur kelompok teroris yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Berasal dari Thomasville, Georgia, Austin adalah lulusan Akademi Militer AS di West Point, pada 1975 dengan tugas di bidang Infanteri.
Selama hampir 41 tahun dinas militer, Lloyd Austin memimpin unit di setiap eselon, dengan penempatan tugas di Jerman, Panama, Irak, Afghanistan, dan Amerika Serikat.
Selain itu, Austin juga pernah memimpin pasukan dalam pertempuran di level bintang 1-, 2-, 3-, dan 4.
Setelah penugasan pertamanya dengan Angkatan Darat AS, Austin ditugaskan ke Divisi Lintas Udara ke-82 di Fort Bragg, NC.
Invasi ke Irak
Dari Juli 2001 hingga Juni 2003, Austin menjabat sebagai Asisten Komandan Divisi untuk Divisi Infanteri ke-3, membantu mempelopori invasi ke Irak pada Maret 2003.
Di bawah kepemimpinannya, divisi tersebut melakukan manuver bersejarah dari Kuwait ke Baghdad dan merebut kota capitol dengan rekor 22 hari.
Lalu, September 2003 hingga Agustus 2005, ia menjabat sebagai Komandan Jenderal Divisi Gunung ke-10 termasuk penempatan dan komando Satuan Tugas Gabungan-180 untuk mendukung operasi di Afghanistan. Demikian dikutip dari Kompas.com dari yang berjudul:Sah, Lloyd Austin Pria Kulit Hitam Pertama yang Jadi Menhan AS,
Pada 2008, Austin kembali ke Irak sebagai komandan Jenderal Korps Multi Nasional Irak selama periode ketika pasukan penyerang sedang ditarik di bawah Operasi Pembebasan Irak.
Kemudian, ia menjabat sebagai Komandan Jenderal Angkatan Amerika Serikat-Irak dari September 2010 hingga Desember 2011.
Dia bertanggung jawab atas transisi semua pasukan dan peralatan militer AS dan Koalisi ke luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kim-jong-un-dan-lloyd-austin.jpg)