Breaking News:

TRIBUNWIKI

Mengenal Kiras Bangun, Si Mata Merah, Pahlawan Nasional Dari Tanah Karo

Kiras dilahirkan dari pasangan Tanda Bangun dan Beru Ginting. Kiras dikenal dengan kepiawaiannya dalam berbahasa Melayu dan aksa Karo.

IST
Pahlawan Nasional Kiras Bangun 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Si Gara Mata atau dalam bahasa Indonesia si Mata Merah adalah julukan untuk pahlawan Nasional dari Tanah Karo bernama Kiras Bangun.

Berdasarkan referensi yang dihimpun tribunmedan.com diketahui bahwa Kiras lahir pada tahun 1852 di Batukarang, Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

Selama hidupnya, Kiras mempunyai 4 jabatan yakni Sebagai Sesepuh dan Ketua Adat Karo, Urung Lima Senina, Penghulu Lima Senina Batu Karang, Juru damai perang antar desa dan Pemimpin Urung Tanah Karo.

Kiras dilahirkan dari pasangan Tanda Bangun dan Beru Ginting. Kiras dikenal dengan kepiawaiannya dalam berbahasa Melayu dan aksa Karo.

Baca juga: Eks Anggota DPRD Siantar Ragukan Kematian Anaknya Hanyut di Sungai Bahbolon Setelah Dikejar Polisi

Tidak hanya itu, Lelaki karismatik ini juga dikenal sebagai tokoh muda yang memiliki prinsip yang kuat, terutama dalam membela hak-hak warga yang dirampas oleh Belanda. 

Beberapa kali Kiras ditawari uang, jabatan, hingga persenjataan oleh Belanda, namun ditolak mentah-mentah dan semakin bergerilya melawan penjajahan.

Bahkan, dalam Perang Sunggal (1872-1895). Kiras beberapa kali mengirimkan pasukannya ke Langkat, untuk membantu warga sekitar melawan Belanda.

Sebagaimana dituliskan dalam buku Kiras Bangun Melawan Belanda karya Berontak Bangun, menyebutkan bahwa pada 1870, Belanda telah menduduki Sumatera Timur, yaitu di Langkat dan sekitar Binjai guna membuka perkebunan tembakau dan karet. 

Pada 1902, Belanda mengirim utusan ke Tanah Karo untuk membujuk masyarakat. Namun Kiras bersama masyarakat dengan tegas menolak  Belanda.

Pahlawan Nasional Kiras Bangun
Pahlawan Nasional Kiras Bangun (IST)

Bahkan Kiras bersama elemen masyarakat Karo saat itu, berhasil mengusir utusan dari Belanda yang bermaksud menguasai Tanah Karo.

Halaman
123
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved