Nur Fery Pradana Bawa Pulang Medali Perunggu dari Grand Prix Tunisia 2021
"Suhu di sana sangat dingin dan jauh berbeda dengan suhu di Indonesia. Jadi itu sangat mempengaruhi otot saya," ujarnya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nur Fery Pradana atlet atletik NPC Sumut membawa pulang medali perunggu dalam perhelatan Grand Prix di Tunisia, Afrika bagian Utara, Jumat (19/3/2021).
"Pertandingan grand Prix ini diadakan selama tiga hari dan Alhamdulillah saya membawa medali perunggu dalam pertandingan yang diikuti lebih dari 30 negara ini," katanya kepada www.tribun-medan.com dari seberang telpon, Minggu (21/3/2021).
Ia mengaku selain dirinya yang memeroleh medali perunggu dalam nomor pertandingan 400 meter juga ada Putri Aulia yang juga merupakan istrinya.
"Jadi untuk Sumut cuma saya dan istri saya yang membawa pulang medali perunggu," ujarnya.
Karena pertandingan sudah selesai, katanya hari ini dirinya akan berangkat menuju Indonesia.
Mengenai pengalaman selama mengikuti Grand Prix di Tunisia, pria yang akrab disapa Fery ini menyatakan dirinya harus bisa melawan udara dingin yang tengah melanda Afrika bagian Utara saat Grand Prix Tunisia dilaksanakan.
"Di sini musim dingin bang. Itu yang menjadi tantangan," katanya.
Ia pun mengaku dirinya belum bisa menyesuaikan dengan suhu yang ada di Tunisia. Hal itu dikarenakan suhu di sana mencapai 11 derajat. Jadi, kata pria kelahiran Kalimantan 7 Desember 1995 sangat mempengaruhi dirinya sebagai pelari 400 meter.
"Suhu di sana sangat dingin dan jauh berbeda dengan suhu di Indonesia. Jadi itu sangat mempengaruhi otot saya," ujarnya.
Masih dikatakan Fery, memang saat hendak memasuki lapangan para atlet bisa mengenakan jaket dan training. Namun, akunya, saat pertandingan atau memasuki lapangan harus menggunakan singlet dan celana tayet.
"Jadi saat di lapangan juga kita harus menunggu 5 sampai 7 menit dan sudah pasti sangat dingin dan itu membuat otot saya jadi kaku lagi," ungkapnya.
Ia mengaku sangat bangga dan senang karena masih bisa mewakili negara Indonesia untuk bertanding di Grand Prix Tunisia.
"Walaupun dengan kondisi dan masa pandemi seperti ini, saya masih bisa membuat nama Indonesia harum di mata dunia. Untuk satu tim negara kita juga ada yang dapat medali emas yakni dari balap kursi roda," terangnya.
Fery pun berpesan kepada atlet Sumut agar terus menjaga kesehatan dengan berolahraga meskipun dalam kondisi pandemi tetapi tetap terapkan protokol kesehatan.
Karena, kata penikmat kopi ini, kalau bukan diri sendiri yang menjaga kesehatan siapa lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nur-ferry-pradana-atlet-atletik-npc-sumut-bersyukur.jpg)