TRIBUNWIKI

Cek Tiga Pertanyaan Ini Agar Produk Investasi Pilihan Aman

Investor adalah makhluk rasional, wajar mereka ingin mendapatkan imbal hasil yang setinggi-tingginya dari hasil investasi.

Tayang:

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Belakangan investasi semakin diminati banyak orang.

Namun hal ini juga menjadi celah bagi oknum-oknum yang mencari keuntungan sendiri dengan cara menawarkan investasi bodong. 

Banyak investasi bodong yang menjanjikan imbal hasil tinggi.

Korban investasi bodong biasanya akan menikmati bunga investasi yang tinggi pada awal mula bergabung, supaya investornya tertarik untuk menanamkan modal lebih banyak lagi pada investasi tersebut. 

Sampai semuanya sudah terlambat, ketika investor hendak menarik modalnya karena ada kebutuhan, tapi ternyata tidak bisa.

Baca juga: Gebrakan Bobby Nasution dan Jejak Sejarah Jalan Tertua di Medan yang Akan Jadi The Kitchen of Asia

Pakar Pasar Modal Indonesia, Liyanto Sudarso, CSA memberikan 3 check list yang dapat dilakukan kepada sebuah instrumen investasi untuk menentukan apakah sebuah produk investasi sebenarnya berbahaya atau tidak.

Berikut tiga pertanyaan yang bisa ditanyakan:

1. Credit Risk: Apakah produk investasi tersebut menawarkan pokok investasi yang aman?

Liyanto mengatakan saat mendapatkan penawaran produk investasi dari seseorang, pertanyaan pertama yang harus ditanyakan adalah apakah uang yang menjadi pokok dari nilai investasi tersebut berpotensi untuk berkurang atau bahkan hilang di dalam perjalanan investasi

"Contohnya, jika berinvestasi pada saham dan salah memilih emiten, bisa saja nilai investasi menjadi nol," kata pria yang juga Wakil Manajer Investasi (WMI) Fund Manager yang juga Co-Founder perusahaan penasihat investasi PT Wahana Tumbuh Investasi ini. 

2. Inflation Risk: Apakah produk investasi tersebut menawarkan imbal hasil yang nyaman?

“Nah, di sini sebagai investor sudah bisa mulai melihat apakah produk ini rasional atau tidak. Produk investasi yang menjamin kemanan pokok investasi nasabah lebih aman biasanya tidak akan memberikan imbal hasil yang terlalu tinggi,” sebut Liyanto.

Jika imbal hasil yang ditawarkan terlalu tinggi, harus sudah mulai curiga produk investasi tersebut ada yang tidak transparan. Untuk mengetahui apakah imbal hasil yang ditawarkan masih masuk akal atau tidak, bisa mencari tahu perbandingan produk investasi sejenis di tempat lainnya. 

Pakar Pasar Modal Indonesia, Liyanto Sudarso
Pakar Pasar Modal Indonesia, Liyanto Sudarso (HO)

3. Liquidity Risk: Apakah produk investasi tersebut gampang dicairkan pokoknya?

Pertanyaan terakhir yang harus ditanyakan adalah seberapa mudah uangnya untuk dicairkan menjadi cash saat dibutuhkan. Investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi dan menjamin pokoknya tidak akan hilang, dan biasanya tidak akan mudah untuk dicairkan sampai ada investor baru yang masuk menggantikan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved