Sandiaga Uno Kunjungi Kaldera Toba

Bakal Magang di Bali Selama 8 Bulan, Ini Curhat Anak Muda Toba Peserta Diklat

Rasa gembira dan haru dirasakan para peserta diklat hospitality ke Bali pada bulan April mendatang.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan/MAURITS PARDOSI
Para peserta diklat ke Bali curhat sebelum berangkat ke Bali pada April mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Rasa gembira dan haru dirasakan para peserta diklat hospitality ke Bali pada bulan April mendatang.

Sejumlah 30 orang kaum muda bertatap muka dan berkomunikasi secara langsung dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno adalah pengalaman menggembirakan bagi peserta diklat tersebut.

Seorang peserta diklat, Magdalena Silaban (22) yang datang dari kawasan Humbang Hasundutan (Humbahas) bersemangat mengikuti program magang yang langsung ditangani oleh Kementerian Pariwisata.

“Sebagai orang muda, aku tentunya gembira. Dapat bertemu dan mendapat pertanyaan dari Pak Menteri Sandiaga Uno. Ini pengalaman langka dalam hidupku. Bertemu dan berbincang dengan seorang menteri. Aku kagum dengan kesederhanaan dan semangat muda Pak Menteri,” ujar Magdalena Silaban saat disambangi, Jumat (26/3/2021) di areal Kaldera, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.

Ia juga menambahkan perekrutan mereka dimulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga terkumpul sebanyak 30 anak muda dari seluruh kawasan Danau Toba.

Setelah terkumpul sebanyak 30 orang, mereka mendaptkan pelatihan khusus secara daring oleh pihak Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Ia sendiri berniat mengembangkan kuliner sembari pengunjung menikmati keindahan desanya.

“Setelah terpilih dari sekian banyak orang yang direkomendasikan oleh kepala desa di tempat kami, aku terpilih. Tujuan utama saya adalah mengembangkan kuliner yang ada di temptaku, yakni di Desa Bakti Raja, Tipang, Humbahas. Kuliner yang kusajikan dapat dinikmati oleh pengunjung sambil menikmati keindahan alam,” sambungnya.

Baca juga: Cerita Desiree Tarigan saat Diusir Hotma Sitompul Secara Tiba-tiba dari Rumah, Sudah Pisah Dua Bulan

Baca juga: Usai Ditinjau Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu, Pengorekan Parit di Simpang Pos dan Jahe Raya Dikebut

Baca juga: Rumah Dinas USU Disulap Jadi Bisnis Indekos, Pemilik Bisa Dapat Rp 42,5 juta per Tahun

Melalui pelatihan yang disajikan secara daring tersebut membuat dirinya semakin yakin mengembangkan pariwisata di kampung halamannya dengan adanya keramahtamahan.

“Kami yang ada di sini datang dari berbagai daerah di sekitar Danau Toba. Rencana keberangkatan pada tanggal 10 April 2021 mendatang. Kami direncanakan akan belajar di sana terkait hospitality atau keramahtamahan. Alam tak perlu lagi kita beli, aku sadar bahwa keramahan yang membuat pengunjung betah tinggal di daerah kita ini,” lanjutnya.

Gadis yang telah menyelesaikan sekolah di tingkat SMK ini telah berharap bisa menyerap sebanyak mungkin ilmu selama magang di Bali.

Hal serupa disampaikan peserta yang lain Alpia Anastasya Togatorop (18). Ia berterima kasih karena akan mengikuti pelatihan di Politeknik Pariwisata Bali selama 8 bulan dengan biaya gratis.

“Selama 8 bulan, kita akan belajar di sana, tepatnya di Politeknik Pariwisata Bali. Selain gratis, kita dapatkan juga uang jajan dari BPODT. Dan tentunya, kita juga dapatkan uang jajan. Yang paling utama, pembelajaran di sana yang kita mau perdalam. Kelas eklusif ini bisa membuat kami semakin mencintai Danau Toba ini,” sambung Alpia.

Ia sampaikan, dengan persiapan dari Toba sejak dini akan memudahkan dirinya dan rombongan beradaptasi di Bali.

“Bagiku, ini pengalaman pertama jauh dari orang tua. Bahkan, sampai 8 bulan. Tapi yang pasti, dengan pergi untuk sementara waktu, aku dapat mengisi diri dan kembali dengan ilmu yang banyak,” lanjutnya.

Sebelum ke Bali, mereka masih melakukan pelatihan secara daring. Menparekraf Sandiaga Uno yakin dengan sistem magang yang sudah dijalankan oleh Poltekpar Bali. Ia juga berharap para siswa magang bisa menyerap ilmu dengan baik selama belajar praktik langsung selama 8 bulan di Bali sehingga Danau Toba bisa menjadi Destinasi Super Prioritas yang memiliki SDM berkualitas.

“Selain pelayanan standar SDM meningkat, standar protokol kesehatan 3M juga tetap dijaga dengan ketat dan disiplin. Karena kemungkinan COVID-19 masih kita hadapi dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov Sumut Setuju Mengusulkan Tuan MH Manullang Jadi Pahlawan Nasional

Baca juga: PEDANGDUT CITA CITATA Dipanggi KPK dan Mendapat Banyak Hujatan, Ada Apa?

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved