Pemprov Sumut Setuju Mengusulkan Tuan MH Manullang Jadi Pahlawan Nasional
TMHM mendesak penjajah Hindia belanda untuk menurunkan pajak/balasting dan segera membangun fasilitas kesehatan bagi rakyat.
Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) setuju Mangaradja Hezekiel Manullang yang lebih dikenal sebagai Tuan MH Manullang (TMHM) diajukan sebagai calon Pahlawan Nasional (PN) dari Sumut untuk pengusulan tahun 2021.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sabrina, dalam sidang Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (25/3/2021) malam.
“Dari paparan panitia, sangat jelas, Tuan MH Manullang (TMHM) seorang pejuang nasionalis multisektor, yang menentang ekspansi agraria ke Tanah Batak, tokoh pers, pendidikan, emansipasi wanita,” tegas Sabrina yang juga Ketua TP2GD Sumut kepada wartawan, di Medan, Jumat (26/3/2021).
Sabrina mengungkapkan, untuk menentang kerja rodi (kewajiban bagi setiap laki-laki dewasa untuk bekerja selama 52 hari dalam setahun tanpa dibayar), TMHM menemui Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia (sekarang Jakarta) untuk melayangkan protes.
TMHM mendesak penjajah Hindia belanda untuk menurunkan pajak/balasting dan segera membangun fasilitas kesehatan bagi rakyat.
Masyarakat sudah sangat tersiksa akibat rodi yang tidak dibayar bahkan masih membayar pajak yang tinggi.
“TMHM tiga kali dipenjarakan oleh tiga penjajah yang berbeda, yaitu zaman Belanda, Jepang dan NICA. Ini sudah bukti valid bahwa TMHM tak pernah berhenti berjuang melawan penjajah,” tegas Sabrina.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sumut Rajali SSos selaku Wakil Ketua TP2GD melaporkan, sidang diikuti 12 anggota TP2GD.
“Semua anggota TP2GD setuju dan mendukung pencalonan TMHM sebagai calon PN dari Sumut 2021. Selanjutnya, berkas akan dikirim ke Jakarta,” kata Rajali.
Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed), Phil Ichwan Azhari, dalam kapasitas sebagai anggota TP2GD, mengungkapkan, TMHM yang berhubungan baik dengan para pejuang Serikat Dagang Islam (SDI), menduplikasi gerakan SDI di Tanah Batak.
“Melalui Hatopan Kristen Batak (HKB) yang artinya “Paguyuban Kristen Batak,” TMHM menginspirasi Gerakan Pemuda Batak (Jongs Batak). TMHM Bahkan menggalang solidaritas masyarakat melalui pelaksanaan kongres Persatuan Sumatra di Tarutung,” ungkap Azhari.
Menurut Azhari, dengan tiga kali memperoleh penghargaan sebagai Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (1948, 1958 dan 1968), maka TMHM sudah seharusnya menjadi Pahlawan Nasional.
Tiga kali dipenjarakan tiga penjajah, berarti tak pernah berhenti berjuang.
Untuk tahun 2021, TP2GD membahas tiga nama untuk mendapatkan gelar PN.
Yaitu sastrawan Sanusi Pane, TMHM dan HM Arsyad Thalib Lubis. Sastrawan Sanusi Pane sudah dibahas Selasa (23/3) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tuan-nh-manullang.jpg)