Pemprov Sumut Setuju Mengusulkan Tuan MH Manullang Jadi Pahlawan Nasional

TMHM mendesak penjajah Hindia belanda untuk menurunkan pajak/balasting dan segera membangun fasilitas kesehatan bagi rakyat. 

Penulis: Arjuna Bakkara |
Istimewa
Tuan NH Manullang 

Menyusul TMHM yang dibahas Kamis (25/3) malam, selanjutnya sidang membahas HM Arsyad Thalib Lubis.

Lebih jauh, dalam usia belia yang masih 18, tahun 1905 Tuan Manullang sudah menerbitkan surat kabar Binsar Sinondang Batak (BSB) yang artinya “Terbit Cahaya Batak.

Bibit  perlawanan dan nasionalisme BSB, membuat penjajah Hindia Belanda membredel BSB. Tahun 1919, MH Manullang menerbitkan Soeara Batak.

Terus Berjuang Sepanjang Hayat

Tuan Mangaraja Hezekiel Manullang (TMHM) sepanjang hayat, terus berjuang untuk rakyat. Masuk Sekolah Anak Raja (1903), karena protes, tahun 1905 TMHM dikeluarkan dari sekolah.

Tahun 1905 ia menerbitkan BSB. Setelah BSB dibredel, TMHM sekolah ke Singapura, di Methodist Senior Cambridge School (1907-1910). 

Tahun 1910, TMHM mendirikan misi Methodist Episcopal Church (EMC) di Jawa Barat, dan mendirikan sekolah di Cibinong yang terbuka untuk semua kalangan. 

Dalam periode ini, TMHM berhubungan baik dengan tokoh SDI, Abdul Muis, Agus Salim dan HOS Tjokroaminoto.

Tahun 1916, TMHM kembali ke Tarutung. Tahun 1917, mendirikan sekolah berbahasa Inggris di Balige. Tahun 1918, mendirikan HKB.

Tahun 1919 TMHM  menerbitkan surat kabar Soeara Batak, yang sangat keras menentang penjajahan Hindia Belanda. 

Isi  Soera Batak inilah yang menyeret TMHM ke pengadilan penjajah lalu dipenjarakan di LP Cipinang, 1922-1923. Bebas dari LP Cipinang, TMHM kembali berjuang di Tapanuli. 

Tahun 1942 menjadi Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Silindung, namun kembali dipenjarakan Kempetai 15 bulan di Tarutung. Tahun 1945 ditangkap NICA dan ditahan selama 10 tahun.

 “TMHM sepanjang hidupnya terus berjuang,” ungkap Azhari.

Terpisah, Ketua Umum Parsadaaan Toga Manullang (Partogam) Kota Medan Sanco Simanullang, ASEAN Eng mengucapkan terimakasih atas sidang Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumut yang telah sepakat bulat menyetujui Tuan Manullang untuk diajukan ke Pusat.

“Seluruh Pomparan Toga Manullang mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubsu, Wagubsu, Sekdaprov, Kadinsos Sumut dan 12 anggota TP2GD yang telah sepakat bulat mengusulkan Tuan Manullang jadi Pahlawan Nasional. Semoga Bapak Presiden Jokowi dapat mengabulkan doa kita bersama,” ungkap Sanco. 

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved