Breaking News:

News Video

Kisruh Sengketa Lahan Makalona Berujung Sidang Konsinyasi

Dua pihak masih saling klaim terkait pembebasan lahan Danau Makalona di Kecamatan Binjai Timur.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Dua pihak masih saling klaim terkait pembebasan lahan Danau Makalona di Kecamatan Binjai Timur, yang diperuntukkan oleh Pihak Pemko Binjai untuk pembangunan infrastruktur jalan. Alhasil pihak Pemko Binjai mengajukan konsinyasi terkait ganti rugi pembebasan lahan ke pihak Pengadilan Negeri Binjai.

Dalam sidang konsinyasi yang digelar di ruang Cakra PN Binjai, Selasa (30/3/2021), dihadiri Plt Sekda Kota Binjai, Irwansyah Nasution dan staf. Selain pihak Pemko Binjai, turut hadir belasan orang warga Danau Makalona mengikuti sidang konsinyasi yang dipimpin Hakim, M Nazir.

Plt Sekda hadir terkait jabatan sebelumnya sebagai Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Binjai. Dimana terkait konsinyasi, dia lah yang menjadi Ketua Panitia Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum Pembangunan Jalan Soekarno-Hatta-Jalan Danau Makalona, Kecamatan Binjai Timur pada tahun 2018.

Hakim menyampaikan kepada peserta sidang bahwa konsinyasi digelar sebagai pengajuan penitipan ganti rugi tanah di Kecamatan Binjai Timur, Makalona, untuk pembangunan jalan. Terkait hal ini dia pun menanyakan proses yang sudah dilakukan pihak Pemko Binjai.

"Sosialisasi sudah dilakukan, harga sudah sepakat. Pemohon dari dinas Tarukim. Dengan nilai Rp 306.490.053 dengan 537 meter persegi untuk 18 ahli waris," jawab Plt Sekda Binjai.

Mendengar jawaban Plt Sekda, Hakim kembali menerangkan kepada warga atau ahli waris lahan Danau Makalona. Pihak PN mengabulkan konsinyasi penyerahan uang ganti rugi lahan 300an.

"Ada uang yang dititipkan ke pengadilan. Jika di luar 18 ini tiba-tiba ada yang mengklaim maka lewat perdata. Jika tidak ada masalah harga, proses konsinyasi tetap berjalan. Uang diambil ke pengadilan sesuai hak yang dititipkan. Konsinyasi karena ada pihak mengklaim pemilikan, ada dua kubu," kata Hakim.

Setelah mendengar keterangan majelis hakim, warga, Polmen Sihotang mewakili Termohon II perkara konsinyasi ganti kerugian tanah perkuburan Kristen, di Lingkungan I, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur angkat suara. Dia menerangkan asal usul Perkuburan Kristen telah dibeli Alm A Sibarani bertindak atas nama Panitia Perkuburan Kristen dari L Bardan selaku pemilik terdahulu.

"Kami dalam hal inj Termohon II merupakan ahli waris yang sah dari Panitia Perkuburan Kristen sesuai Akta Ganti Rugi No 153/1972. Objek konsinyasi ini adalah kepunyaan pribadi," kata Polmen.

Dalam perkara ini, Polmen dan belasan ahli waris lainnya menilai Irwansyah Nasution (saat menjabat Kadis Tarukim Pemko Binjai) sebagai Pemohon Konsinyasi telah keliru dan secara tidak sah telah menarik Termohon I (Eliston Panjaitan) sebagai salah satu pihak dalam perkara. Padahal Termohon I sama sekali tidak berhak atas nama Perkuburan Kristen.

"Kami bersedia menerima ganti rugi dengan syarat tunggal, menyerahkan uang ganti rugi secara mutlak kepada para Termohon II secara utuh, tunai dan sekaligus tanpa adanya keterkaitan dengan Termohon I," pungkasnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved