Breaking News:

Harga BBM Naik Jelang Bulan Ramadhan, Curhat Driver Ojol: Lengkap Kali Penderitaan Rakyat Kecil Ini

Putra, driver ojol warga Jalan Pancing, cuma bisa pasrah atas kebijakan menaikkan harga BBM jelang bulan Ramadhan tahun ini.

Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Antrean di SPBU Gatot Subroto Medan, beberapa waktu lalu. Harga BBM di Sumut mengalami kenaikan mulai 1 April 2021, dan menuai keluhan dari masyarakat terutama driver ojol. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Utara mulai 1 April 2021, menuai keluhan warga Kota Medan, terutama pengemudi ojek online (ojol).

Putra, driver ojol warga Jalan Pancing, cuma bisa pasrah atas kebijakan menaikkan harga BBM jelang bulan Ramadhan tahun ini.

Ia merasa kenaikan harga BBM ini menambah penderitaan masyarakat, terutama para driver ojol yang sepi konsumen di masa pandemi covid-19 ini.

Pasalnya, BBM menjadi kebutuhan utama para driver ojol untuk bekerja sehari-hari.

Kenaikan harga BBM ini pun menambah beban Putra yang menjadi tulang punggung keluarganya.

"Kebijakan ini (menaikkan harga BBM) aneh dan tidak tepat. Kami sebagai ojek online yang sehari-hari bekerja dengan kebutuhan utama BBM jadi makin sulit. Masak harga BBM naik di saat kondisi seperti ini," ujarnya saat ditemui Tribun Medan, Jumat (2/4/2021).

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 berdampak besar atas penghasilan para driver ojol.

Pendapatan driver ojol, sambung dia, rata-rata berkurang 50 persen, bahkan ada seharian keliling cuma dapat dua atau tiga konsumen.

"Ini sudah sulit ditambah lagi sulit. Kenaikan BBM otomatis kebutuhan akan naik juga," ungkap pria berkacamata ini.

Putra pun khawatir kenaikan harga BBM ini memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved