Tak Punya Simpati, Polisi Berikan Sisa Tubuh Korban Pembunuhan Dalam Kantong Plastik Kepada Keluarga

Di mana dengan begitu sadar, saat mengerikan terjadi ketika polisi memberikan sisa-sisa tubuh seseorang kepada wanita yang sedang berduka.

Editor: Liska Rahayu
The Sun
Foto memilukan dan tak berperasaan yang dilakukan oleh polisi, di mana mereka memberikan sisa tubuh seorang pria yang dibunuh dalam kantong plastik kepada keluarganya. 

TRIBUN-MEDAN.com – Sebuah kejadian tanpa rasa simpati sama sekali baru-baru ini ditunjukkan oleh polisi.

Di mana dengan begitu sadar, saat mengerikan terjadi ketika polisi memberikan sisa-sisa tubuh seseorang kepada wanita yang sedang berduka.

Baca juga: Ngopi di Kebun Teh dan Bisa Sambil Menikmati Udara Sejuk di Baren Coffee Sidamanik

Tidak adanya rasa simpati itu ditunjukkan polisi saat memberikan sisa tubuh tersebut dengan kantong plastik berwarna hitam.

Moment yang sangat mengganggu itu terjadi ketika polisi yang tak berperasaan mengembalikan sisa-sisa tubuh seorang pria kepada saudara perempuannya dalam dua kantong plastik.

Baca juga: Populasi Langka, Harga Babi Diprediksi Kian Meroket di Kota Medan

Eladio Aguirre Chable, 30, diculik dan dibunuh ketika dia berada di rumah mengunjungi ibunya di Las Choapas, Meksiko selatan pada April tahun lalu.

Tidak jelas siapa yang membunuh pria berusia 30 tahun itu, yang bekerja sebagai taksi di kota pelabuhan Puerto Morelos.

Tubuhnya ditemukan oleh keluarganya setelah mereka menerima catatan berbulan-bulan setelahnya.

Tubuhnya diketahui berada di Veracruz empat jam perjalanan ke barat rumah ibunya.

Mereka mengklaim bahwa setelahnya pihak berwenang menyuruh mereka untuk mengabaikan pesan tersebut.

Di mana diyakini polisi sebagai upaya untuk memeras keluarga tersebut, kerabat Eladio menemukan kerangkanya sendiri di dekat Sungai Tonalá, di wilayah Agua Dulce.

A woman is handed her murdered brother's remains in two plastic bin bags

Foto memilukan dari seorang wanita yang menerima sisa tubuh saudara lelakinya yang dibunuh di dalam kantong plasti. (The Sun)

Dia masih mengenakan pakaian yang dia kenakan pada hari dia menghilang, kata laporan.

Pihak berwenang kemudian mengirimkan kendaraan untuk mengambil jenazah tersebut.

Setelah pejabat selesai menjalankan tes, saudara perempuan Eladio terfoto sedang menerima mayat tersebut di dalam kantong plastik untuk dikremasi.

Baca juga: Dicurigai Selingkuh, Kejantanan Pria Ini Dipotong Pacarnya saat Tidur, Lalu Dibuang ke Toilet

Foto tersebut sontak memancing kemarahan negara tersebut.

Gambar mengerikan di Veracruz itu diterbitkan minggu lalu oleh Mothers Searching - sebuah kelompok pendukung untuk keluarga orang hilang.

Baca juga: Miliki Berat Badan 80 Kg, Gadis Ini Mati-matian Minum Pil Diet, Kena Efek Samping Malah Jadi 253 Kg

Menurut kelompok tersebut, Kejaksaan Agung telah melanggar hak-hak korban dan keluarganya dengan menyerahkan tubuhnya tanpa standar forensik yang diperlukan.

Para aktivis menyebut perlakuan terhadap keluarga itu kejam, merendahkan martabat dan tidak manusiawi.

Yang mengejutkan, para pejabat negara pada awalnya menolak untuk menyerahkan jenazah tersebut dan bersikeras bahwa tes perlu dilakukan.

Eladio, 30, was kidnapped and murdered last year

Dalam sebuah surat yang diposting di Facebook, mereka menyerukan penyelidikan terhadap dua jaksa penuntut yang mereka klaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Menurut outlet berita La Silla Rota, keluarga tersebut telah melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Hak Asasi Manusia Negara.

Sementara Eric Cisneros, sekretaris negara Veracruz, mengatakan Minggu lalu bahwa mereka yang bertanggung jawab atas insiden itu akan dimintai pertanggungjawaban penuh.

(yui/tribun-medan.com)

            

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved