TRIBUNWIKI
Legenda Lau Kawar, Kisah Kesalahpahaman Yang Berujung Petaka
Desa tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur sehingga hampir seluruh masyarakatnya bekerja sebagai petani yang makmur.
Namun anaknya yang ditugaskan mengantarkan makanan ditengah perjalanan rupanya memakan makanan yang seharusnya diberi untuk neneknya hingga menyisakan tulang-tulang saja.
Namun, semua telah terjadi dan sumpah sudah diucapkan si nenek. Belum genap satu menit ia menyelesai doa, tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang sangat kuat di desa itu.
Langit menjadi gelap dan mendung, petir saling menyambar dan terjadilah badai besar diikuti hujan yang lebat.
Semua penduduk desa yang tengah berpesta pun porak poranda. Mereka berusaha menyelamatkan diri, namun semua terlambat karena bencana yang terjadi dengan sangat cepat.
Baca juga: Dibalik Kisah Nama Desa Jaring Halus di Kabupaten Langkat
Tak terasa desa yang dikenal sangat makmur dan subur itu pun tenggelam dalam waktu singkat, tak ada satupun yang selamat.
Desa yang tenggelam berubah menjadi kawah besar kemudian diberi nama Danau Lau Kawar. Lau diambil dari bahasa Karo yang artinya air dan Kawar diambil dari nama Desa tersebut.
(cr21/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/danau-lau-kawar-yang-terletak-dikuta-gugung-naman-teran-kabupaten-karo.jpg)