TRIBUNWIKI
Legenda Lau Kawar, Kisah Kesalahpahaman Yang Berujung Petaka
Desa tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur sehingga hampir seluruh masyarakatnya bekerja sebagai petani yang makmur.
Ia hanya dapat melihat anak, menantu dan cucunya pergi ke pesta itu. Nenek itu sangat ingin ikut bersama keluarganya, namun apa daya untuk berjalan saja ia kesulitan sehingga harus tinggal sendiri di rumah.
Saat makan siang tiba, semua warga menyantap berbagai hidangan yang disajikan, beragam daging hingga kue-kue pun disajikan.
Namun sayangnya keluarga itu lupa bahwa neneknya tidak ikut ke pesta dan tengah terbaring kelaparan di rumah.
Sementara itu, nenek sudah merasa sangat lapar, tetap sabar menanti kehadiran keluarganya mengantarkan makanan pesta untuknya.
Namun sekian lama ia menunggu hingga lewat jam makan siang, tidak ada seorang pun yang datang.
Baca juga: David Maulana Dikabarkan Perkuat HNK Rijeka di Liga Kroasia
Ia pun berusaha bangkit dari tempat tidur dan perlahan mencari makanan, namun tidak ada makanan apapun di dapur sebab semua orang makan di tempat pesta.
Meski demikian, ia tetap menunggu, berharap ada yang datang mengantarkan makanan.
Tak terasa airmata pun menetes di pipinya, kala mendengar suara kemeriahan pesta yang sayup-sayup terdengar dari luar.
Tiba-tiba anaknya pun teringat, kalau ibunya belum makan dan menyuruh istrinya segera membungkus makanan dan mengantarkannya ke rumah.
Lantas si istri pun bergegas membungkus makanan dan menyuruh anaknya mengantarkan makanan itu kepada neneknya di rumah.
Saat melihat cucunya datang, nenek tua yang tengah sakit-sakit itu pun tersenyum sumringah, ia sangat bahagia melihat cucunya membawa bungkusan makanan untuknya. Ia bersyukur keluarganya ternyata tak lupa padanya.
Namun rasa bahagia itu seketika hancur saat ia melihat isi bungkusan itu, di dalamnya hanya ada sisa makanan yani sedikit nasi dan tulang-tulang saja.
Tidak ada lauk yang bisa dimakan. Sontak saja ia yang tengah merasa sangat lapar, menangis di hadapan bungkusan itu.
Baca juga: Vihara Maitreya Batasi Kuota Acara Pelimpahan Jasa Pahala, Hanya 30 Orang
Dia merasa sangat kecewa dan terhina sehingga amarahnya pun tak terbendun. Ia berdoa kepada Tuhan da mengutuk perilaku putra dan menantunya itu.
Padahal, sebenarnya menantunya telah membungkuskan makanan yang baik serta memasukkan beberapa lauk padanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/danau-lau-kawar-yang-terletak-dikuta-gugung-naman-teran-kabupaten-karo.jpg)