Pasien Sekarat yang Terlantar di Puskesmas Bakkara Meninggal Dunia
Saat warga membawa pasien ke Puskesmas, petugas medis juga tak ditemui di Puskesmas tersebut, sementara pasien tengah dalam keadaan sekarat.
Penulis: Arjuna Bakkara |
Selain kondisi ambulans yang sudah karatan tak terawat, mesinnya pun tak bisa distater.
Para warga yang merupakan keluarga dari pasien sudah berjuang beberapa kali untuk menghidupkan mesin Ambulans dengan cara didorong, namun tidak berhasil.
Lantas, beberapa warga pun melampiaskan kekesalannya dengan cara menghempaskan pintu ambulans.
Akhirnya, pasien yang tengah dalam sekarat itu pun akhirnya berhasil dibawa ke RSUD Doloksanggul setelah di bawa menggunakan sebuah mobil warga yang bermurah hati di sana.
"Kami membawanya (pasien) menggunakan mobil seorang Pendeta HKBP Sinambela. Untunglah ada mobil dia Lae", kata salah satu keluarga pasien, Charlos Purba.
Namun sayangnya lagi, cerita Charlos, meski sudah sampai di RSUD Doloksanggul, pasien tetap tak kunjung mendapatkan perawatan.
Padahal, menurut pengakuan keluarga, mereka sudah nyaris setengah harian tiba di sana. "Alasannya, tidak ada dokter bagian dalam," sambung Charlos.
Akhirnya, setelah menunggu lama, pasien pun segera dibawa ke Kota Medan.
Pasien rencananya akan di rawat di salah satu RS di kota Medan, mengingat kondisinya yang makin memburuk. Namun sayangnya, belum sampai di Kota Medan, nyawa pasien sudah tidak tertolong.
Pihak Puskesmas Baktiraja sendiri sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan human error itu.
Sampai saat ini, wartawan masih berupaya mendapatkan informasi dari dr Grace, selaku Kepala Puskesmas Baktiraja.
(Jun-tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasien-terlantar-di-puskesmas-bakti-raja-bakkara-humbahas.jpg)