News Video

Pedagang Kesawan City Walk Harap Semua Transaksi Jadi Non Tunai Agar Mempermudah Pembayaran

Sampai saat ini ada beberapa pedagang yang memberlakukan dua transaksi sekaligus, ada juga yang hanya memberlakukan transaksi tunai.

Pedagang Kesawan City Walk Harap Semua Transaksi Jadi Non Tunai Agar Mempermudah Pembayaran

TRIBUN-MEDAN.COM - Suasana di Kesawan City Walk terpantau ramai pengunjung, Minggu (4/4/2021) malam.

Kawasan yang baru dibuka sejak 28 Maret 2021 oleh Wali Kota Medan, berlokasi di sekitar Jalan Ahmad Yani (Jalan Kesawan), Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara.

Ramai dengan aneka dagangan kuliner, para pedagang di kawasan ini pun memberikan display yang unik-unik serta di hiasi aneka lampu.

Baca juga: Viral Zidan Remaja Asal Medan Memiliki Wajah Mirip Erling Haaland Pemain Borussia Dortmund

Tempat yang disediakan kepada pengunjung pun bervariasi, ada yang lesehan, menggunakan kursi antik dari kayu, bahkan ada yang sederhana menggunakan kursi dan meja plastik.

Untuk jenis transaksi yang diberlakukan di kawasan ini, bisa menggunakan tunai dan non tunai.

Sampai saat ini ada beberapa pedagang yang memberlakukan dua transaksi sekaligus, ada juga yang hanya memberlakukan transaksi tunai.

Berdasarkan pengakuan beberapa pedagang di Kesawan City Walk, transaksi non tunai dianggap lebih praktis.

“Saya lebih suka non tunai, karena saya gak capek nukar-nukar uang kesana kemari. Kadang pembeli beli sate satu porsi, tapi dikasihnya uang Rp 50 rb, otomatiskan saya nukar karena gak ada uang kembalian,” Ujar Aris, Pemilik stan Sate Padang Kupak, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Harga Redmi Note 10 Pro - Daftar Harga Terbaru HP Xiaomi bulan April 2021, Rincian Handphone Xiaomi

Pendapat yang sama juga diutarakan oleh pedagang dari stan lainnya.

“Kalau bisa diharapkan pengunjung pakai e-wallet (non tunai) dong, karena lebih mudah transaksinya, kita gak perlu lagi makan waktu untuk mengembalikan uang, kita gak megang uang lagi, jadi lebih aman, lebih bersih,” ungkap Fauzi, pemilik stan Jajanan Bakar (Jangkar).

Fauzi mengungkapkan kekurangan menggunakan e-wallet adalah keuntungan yang diperoleh dari penjualan tidak bisa langsung masuk ketabungan, sehingga bisa sedikit memperlambat perputaran modalnya.

“Transaksi misalnya malam ini, besok sore saldonya masuk ke tabungan, kalau pas weekend atau hari libur, masuk saldonya masuk saat weekday,” ucap Fauzi menambahkan.

Dari beberapa pedagang yang wawancarai oleh tribun-medan.com, saat ini rata-rata pengunjung yang menggunakan transaksi non tunai sekitar 30 persen dan sekitar 70 persen transaksi tunai.

Baca juga: Diisukan Cinlok dengan Dude Harlino, Aktris Cantik Ini Justru Pilih Gaet Pengusaha Tajir Melintir

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved