Breaking News:

Asam Gelugur Raup Pendapatan Rp 6 Miliar, Meningkat 33,5 Persen Dibanding Periode Lalu

ekspor asam gelugur dari Sumut ini menjadi hal membanggakan dalam triwulan pertama.

Tribun Medan / HO
Karantina Pertanian Belawan saat melihat produksi asam gelugur beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asam gelugur menjadi komoditas ekspor yang laris manis di tiga negara, yakni China, Malaysia, dan India selama triwulan pertama tahun 2021.

Pada Kamis (1/4) lalu, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan memfasilitasi ekspor asam gelugur ke China sebanyak 20 ton dengan nilai ekonomi Rp 462 juta.

Berdasarkan Data IQFAST Karantina Pertanian Belawan, ekspor asam gelugur pada triwulan pertama tahun 2021 sebanyak 379,18 ton bernilai ekonomi mencapai Rp 5,95 miliar dengan tujuan tiga negara tersebut.

Baca juga: Ekspor Jeruk Nipis Merosot akibat Pandemi, Malaysia dan Arab Saudi Negara Tujuan Utama

Jumlah ini meningkat 33,5 persen dibanding periode sama tahun 2020 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 284 ton, dengan perolehan nilai ekonomi Rp 4,6 miliar.

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi PM Yusmanto mengungkapkan bahwa ekspor asam gelugur dari Sumut ini menjadi hal membanggakan dalam triwulan pertama.

"Ekspor komoditas asam glugur asal Sumatera Utara (Sumut) di tiga negara menjadi kabar menggembirakan, karena meningkat signifikan di triwulan pertama tahun 2021. Patut kita syukuri dan selamat bagi para petani asam glugur yang telah berhasil menghasilkan produk berkualitas ekspor," ungkap Andi, Selasa (6/4/2021).

Dikatakan Yusmanto, sebelum melakukan ekspor, asam gelugur ini telah mendapat tindakan karantina sebagai penjaminan mutu komoditas ekspor supaya sehat dan aman sampai di negara tujuan.

Setelah dinyatakan aman, Karantin Pertanian Belawan akan menerbitkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) sesuai permintaan negara tujuan.

“Selama ini, kami juga rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai dipersyaratkan negara tujuan,” tuturnya.

Asam gelugur yang menjadi tanaman khas Sumut ini banyak dibudidayakan di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang. Biasanya diekspor dalam bentuk kepingan kering berwarna coklat kehitaman, dan di negara tujuan ekspor digunakan sebagai bumbu masakan, bahan baku kosmetik, dan bahan baku obat.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menyebutkan bahwa sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mengawal Gratieks supaya ekspor komoditas pertanian meningkat, pihaknya akan selalu mendorong asam gelugur asal Sumut yang sudah memiliki pasar ekspor.

"Kami akan melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap petani dan eksportir asam potong di desa pendukung Gratieks. Pembinaan dilakukan terkait proses pengolahannya yang tradisional agar produk yang dihasilkan terjamin keberterimaannya di negara tujuan ekspor," ujar Jamil.

Ditambahkannya, pihaknya bertugas mengawal dan memastikan agar kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan terpenuhi sehingga terjamin di negara tujuan.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved