Dinas PUPR Godok Desain Jaringan Kabel Tanam Untuk Dua Jalan Utama di Siantar

Penyusunan DED ini dikerjakan Dinas PUPR dengan keterlibatan sejumlah pemangku kepentingan yang ada di Siantar.

Penulis: Alija Magribi |
Tribun Medan / Alija Magribi
Penampakan kabel yang menggelantung di Jalan Sutomo, tepatnya menjelang Pasar Horas Kota Pematangsiantar 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kota Pematangsiantar tengah menyusun Detail Engineering Desain (DED) untuk proyek kabel tanam atau bawah tanah yang akan diadopsi di Jalan Sutomo dan Merdeka Pematangsiantar.

Penyusunan DED ini dikerjakan Dinas PUPR dengan keterlibatan sejumlah pemangku kepentingan yang ada di Siantar.

Kabid Cipta Karya dan Penataan Ruang Henry John Musa Silalahi mengatakan penyusunan DED dilaksanakan pada tahun 2021 ini.

Kemudian pekerjaan proyek akan berlangsung pada tahun 2022 sesuai ketersediaan anggaran.

"Tahun Ini desain engineering. Kita sudah bekerjasama dengan pihak Telkomsel, PDAM dan PLN maupun vendor lain yang bergerak di bidang fiber optik. Tahun ini kita adakan perencanaannya," ujar Musa, Rabu (7/4/2021).

Dalam penyusunan DED, ujar Musa, Dinas PUPR akan mendengar masukkan-masukkan dan saran dari pihak vendor tentang rencana gambar kerja sistem kabel bawah tanah yang diimpikan Pemko Pematangsiantar. Semua dilakukan agar para pihak tidak ada yang keberatan dalam pelaksanaan nantinya.

"Sekarang masih akan dikerjakan DED, dengan memperhatikan standar untuk ruang bawah tanah (ruang kabel). Kita harus dengar vendor maunya bagaimana biar tidak ada keberatan," tambah magister engineering itu kepada Tribun Medan.

Kemudian, Musa mengatakan, hasil dari DED yang disepakati dengan para vendor akan disampaikan ke DPRD Pematangsiantar, dan berlanjut pada penyusunan anggaran.

"Selanjutnya, kita akan ekspose kepada lembaga terkait. Kalau memungkinkan anggaran kita tahun depan, kita mulai kerjakan untuk penertiban kabel di bawah tanah," ujar Musa.

Perlu diketahui, niat menerapkan kabel tanam di Siantar muncul dari desakan banyak pihak. Terutama Komisi III DPRD Pematangsiantar yang menilai semrawutnya kabel udara yang ada di dua jalan utama di Siantar itu. 

Bahkan, Komisi III DPRD memanggil Dinas PUPR, Bappeda, dan sejumlah perusahaan bersangkutan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Rabu (17/2/2021).

Rapat diwarnai sejumlah gagasan dari para pihak.

Ketua Komisi III Denny Siahaan mengatakan, sistem kabelisasi bawah tanah diharapkan akan mengubah wajah Kota Pematangsiantar dari yang semrawut mennjadi lebih berkesan rapi dan modern.

"Bila memang dibutuhkan, kami siap arahan nanti seperti apa gambarannya. Kita bisa gelar sharing seperti acara ini. Kami siap dan sangat berharap dari pihak PLN Ikut merealisasikan ini. Boleh juga di-sounding ke pusat, bahwa Siantar akan seperti daerah lainnya di Indonesia," ujar Denny saat itu.

Denny menganggap jaringan kabel sangat mengganggu estetika lingkungan atau keindahan kota. Ia meminta realisasi kabel bawah tanah ini bisa terwujud di tahun 2022.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved