Breaking News:

News Video

Jalan di Toba Nyaris Amblas, Petani Khawatir saat Angkut Hasil Tani, Minta Jalan Segera Diperbaiki

Jalan yang berada di Desa Cinta Damai Hasang, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba nyaris ambruk sehingga membuat pengendara yang melintas ketakutan.

Jalan di Toba Nyaris Amblas, Petani Khawatir saat Angkut Hasil Tani, Minta Jalan Segera Diperbaiki

TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE – Jalan yang berada di Desa Cinta Damai Hasang, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba nyaris amblas sehingga membuat pengendara yang melintas ketakutan.

Penduduk sekitar yang mayoritas petani, mengaku terganggu dan menjadi takut saat melintas membawa banyak hasil pertanian.

Kepala Desa Purba Nababan menyampaikan bahwa masyarakat sekitar adalah penghasil sawit, karet, dan palawija tidak akan bisa mengirimkan hasil pertanian mereka manakala jalan tersebut ambruk.

Baca juga: HUKUM Berhubungan Badan Pasutri selama Bulan Puasa Ramadan, Ini Hadis yang Menerangkannya

“Kalau ini jalan yang menghubungkan Kabupaten Labura dan Kabupaten Toba. Ketakutan kita, bahwa kita mengangkut hasil pertanian; sawit, karet, dan plawija juga akan terhambat,” ujar Kepala Desa Cinta Damai Hasang, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Purba Nababan saat disambangi di lokasi pada Selasa (6/4/2021).

“Dalam penglihatan kita, ini akan cepat ambruk, kemungkinan akan terputus. Kami berharap agar jalan ini segera diperbaiki. Kalau jalan ini terputus, kami akan gigit jari,” sambungnya.

Hingga kini, pihaknya masih mengantarkan hasil pertanian ke kawasan Pulau Raja di Asahan dengan jarak sekitar 200 kilometer.

Jalan yang nyaris roboh ini adalah akses utama. dengan demikian, pihaknya bergantung pada perbaikan jalan tersebut.

Batas jalan yang sudah dibangun pada tahun 2019 ini sudah amblas, dan kemungkinan jalan tersebut akan amblas dalam waktu dekat.

Baca juga: Bahar Smith Ingin Terkencing saat Diadili saat Sidang Perkara Injak-injak Kepala Sopir Taksi Online

Pasalnya, aspal jalanan tersebut sudah retak dan secara berangsur sudah memperlihatkan potensi ambruk.

“Kami mengantarkan hasil tani kami ke kawasan Pulau Raja atau Asahan sana. Dan ini jadi kawasan lintas kami. Dan jalanan ini akan tergenang saat hujan deras. Jalannya pun sudah retak,” lanjutnya.

“Yang kita takutkan kalau pelintas tidak melihat dengan cermat, bisa masuk ke jurang karena tidak ada pembatas jalan,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved