Aek Bolon Balige, Suguhkan Keindahan Alam yang Asri dan Sejuk
Pepohonan rindang di pinggiran air terjun dan sebagian tumbuh di dinding air terjun membuatnya nyaman dan tenang saat melukis.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,BALIGE- Habiskan libur di alam terbuka sembari nikmati keindahan alam, Sampuran Aek Bolon yang berada di Desa Aek Bolon Julu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba menjadi jawaban.
Perjalanan sekitar setengah jam dari Kota Balige ke lokasi ini juga memiliki cerita yang berbeda.
Dalam perjalanan, para pengunjung akan disuguhkan hamparan sawah saat melewati Desa Onan Raja dan Desa Sianipar Sihailhail.
Jalan mulus dan sebagian penuh kerikil juga bagian dari tantangan dalam perjalanan.
Setibanya di desa tersebut, para pengunjung dapat memarkirkan mobil maupun sepeda motornya di pinggir jalan atau tempat parkir yang telah disediakan.
Dari kawasan parkir, pengunjung harus berjalan di atas jalan setapak yang tetap terawat.
Baca juga: Tradisi Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadan, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Layaknya seorang petualang, para pengunjung akan memasuki ruang inspirasi, alam terbuka dengan suguhan keindahan yang tiada tara.
Sesampainya di lokasi, para pengunjung akan disambut bebatuan yang tengah berdiri kokoh di atas aliran air terjun tersebut.
Sama dengan namanya, Aek Bolon artinya dalam bahasa Indonesia adalah air yang besar, mengalirkan aliran air yang sanggup memenuhi kebutuhan air persawahan yang sangat luas di daerah tersebut.
“Sampuran itu kan artinya air terjun. Nah, air terjun ini berada tepat di Desa Aek Bolon Julu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba dengan ketinggian 50 meter.
Inilah tempatku menuang inspirasi setelah menunggunya di sini,” ujar seorang pelukis Boy Sianipar (20) saat bertutur terkait air terjun tersebut pada Minggu (11/4/2021).
Setelah berjalan sepanjang 200 meter dari parkiran, para pengunjung dapat mengambil posisi di atas batu sambil memandangi air terjun atau bahkan berkreasi di atas beabtuan besar tersebut.
“Tadi kita sudah berjalan sepanjang 200 meter dari parkiran alam masih terawat, suasananya indah. Belum dieksplorasi dengan baik, namun jumlah pengunjung tetap ada di saat libur atau penghujung pekan (weekend).
Di sini, aku keseringan melukis atau buat karya seni lainnya,” sambungnya.
Baca juga: ABAIKAN ISU SELINGKUH, Ayus & Nissa sama Sabyan Rilis Lagu Baru Maha Kasih,Liriknya Soal Maaf & Dosa
Alam yang masih terawat dan belum tersentuh oleh kebisingan kota dan perusak lingkungan membuat para pengunjung dapat mendengar suara jangkrik yang terus bernyanyi.
Dinding air terjun yang dialiri air masih ditumbuhi lumut hijau dan sebagian agak menguning bahkan menghitam membuat suasana semakin indah.
Ia juga mengutarakan bahwa air terjun ini menghasilkan air yang jernih, walau sesekali agak keruh manakala hujan deras terjadi.
“Walau kadang airnya keruh saat musim hujan, tapi umumnya air ini jernih. Dan, air ini mampu mengairi sawah yang sangat luas yang ada kawasan Desa Sianipar Sihailhail dan kawasan yang berdekatan dengan Sampuran Aek Bolon, Balige,” lanjutnya.
Para pengunjung yang datang ke kawasan ini bukan semata-mata dari kawasan Balige sebagai daerah terdekat, namun juga dari kawasan Siborongborong yang berada di atas air terjun tersebut.
Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana Slim Ajak Masyarakat Cegah Diabetes Sejak Dini
Ia mengutarakan bahwa para pengambil air aren (tuak) dari kawasan Siborongborong sering terlihat sembari menikmati keindahan air terjun tersebut.
Keheningan dan ketenangan di kawasan tersebut membuat air terjun ini berbeda dengan beberapa air terjun yang berada di kawasan tersebut.
Air terjun tersebut kerap digunakan anak-anak sebagai wadah berenang dan bermain air sepuasnya.
Air jernih dan sejuk ini kerap menjadi tujuan para pengunjung untuk melepaskan penat setelah sepekan bekerja.
Bagi Boy Sianipar, kawasan ini menjadi ruang inspirasi. Duduk di atas bebatuan sambil melukis sudah menjadi kenikmatan tersendiri baginya.
Pepohonan rindang di pinggiran air terjun dan sebagian tumbuh di dinding air terjun membuatnya nyaman dan tenang saat melukis.
Lagu tentang alam terdengar samar semakin mendukung suasana damai dan terbebas dari kejenuhan dan keruwetan hidup.
Baca juga: OPERASI PEKAT 45 Pasangan Diduga Mantap-mantap Terjaring Razia Dinsos Kota Medan
“Aku sangat nyaman diokasi ini. Jauh dari kebisingan kota dan hiruk-pikuk yang bisa bebani pikiran.Di dini, aku menemukan diriku yang seutuhnya.
Walau musim hujan agak keruh, tapi kalau musim kemarau jernih. Karena ini memang menarik, masyarakat dari siborong-borong pun datang kemari,” terang Boy Sianipar.
“Saya sendiri kerap meluangkan waktu ke sini, cuman mencari kenyamanan. Tapi, saat di sini tatakrama dan sopan santun mesti dijaga. Tempat ini masih bersih dan alam pun akan marah kalau kita mengotori mereka (alam),” ungkapnya.
Hingga sore hari, www.tribunmedan.id bersama Boy Sianipar habiskan waktu di sana bercerita dan berbagi informasi.
Nikmati keindahan alam di sana adalah sebuah kegiatan bermakna saat liburan atau weekend.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sampuran-aek-bolon-yang-terletak-di-desa-aek-bolon-julu-kecamatan-balige.jpg)