News Video
BERKAH SAMBUT RAMADHAN, Nek Dani Bisa Tersenyum Dapat 400 Ribu Sehari, Hasil Jual Bunga di Kuburan
Gerak gesit Nek Dani tampak terlihat saat menawarkan bunga racikannya kepada para peziarah.
BERKAH SAMBUT RAMADHAN, Nek Dani Bisa Tersenyum Dapat 400 Ribu Sehari, Hasil Jual Bunga di Kuburan
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ziarah makam menjadi tradisi menjelang bulan Ramadan yang sebentar lagi akan tiba.
Bak mati suri tahun lalu, kini para peziarah sudah mulai memberanikan diri untuk datang ke makam untuk mendoakan sanak keluarga yang telah meninggal.
Tampak ratusan peziarah memadati Taman Wakaf Perkuburan Islam Al Ikhlas, Jalan Muchtar Basri, Kelurahan Glugur Darat II Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Minggu (11/4/2021).
Momentum ziarah makam ternyata sumber pendapatan masyarakat sekitar yang menyebutnya 'Rezeki Tahunan'.
Seperti yang dirasakan Nek Dani yang berjualan bunga bungkus sejak puluhan tahun lamanya.
Gerak gesit Nek Dani tampak terlihat saat menawarkan bunga racikannya kepada para peziarah.
Tampak sesekali sang nenek berlari kecil mengejar peziarah dengan meninggalkan kiosnya tanpa khawatir dagangannya akan dicuri orang.
"Kalau rezeki tidak akan kemana," ungkap Nek Dani dengan senyuman yang semakin menampakkan garis-garis keriput di pinggir matanya.
Tangan rentanya begitu lihai mencampurkan beraneka macam bunga mulai dari bunga pacar, bunga kertas, bunga kenanga, pandan, dan bunga lainnya ke dalam satu plastik yang dijual seharga Rp 5000 per bungkus.
Nek Dani begitu bersyukur penjualan tahun ini meningkat cukup drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya laku beberapa bungkus saja.
"Penjualan tahun ini lumayan, kalau tahun lalu sepi sekali. Sampe siang ini ada 50 bungkus lebih lah terjual. Kalau tahun lalu itu sepi sekali terus juga tahun lalu cuma saya yang jualan. Yang lain milih gak jualan karena takut," ujarnya.
Namun untuk tahun ini, tampaknya penjual bunga bungkus sudah bergeliat kembali yang membuat Nek Dani harus gerak cepat untuk mendapatkan pembeli.
"Kalau tahun lalu cuma saya sendiri. Jadi ya lumayan tahun lalu karena gak ada saingan. Kalau tahun ini lebih meningkat cuma ya kita kejar-kejaran lah," tuturnya.
Jika bukan bulan Ramadan, Nek Dani hidup seorang diri menjaga kos-kosan dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.