Viral Medsos
Monster Laut yang Tabah Sampai Akhir: Puisi Ari Junaedi untuk KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menulis sebuah puisi yang ia dedikasikan untuk segenap kru KRI Nanggala 402.
TRIBUN-MEDAN.COM - Menyentuh hati bait puisi Ari Junaedi yang dibuat untuk segenap kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang saat ini hilang kontak di laut utara Bali, pada Rabu (21/4/2021) pagi lalu.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menulis sebuah puisi yang ia dedikasikan untuk segenap kru KRI Nanggala 402.

DOK.FOTO: Potret Penampakan KRI Nanggala 402 saat sejumlah pejabat menerima salam komando usai pemberian anugerah brevet kapal selam "Hiu Kencana" di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Sabtu 18 Oktober 2014 silam. Brevet tersebut diberikan sebagai warga kehormatan kapal selam TNI AL karena dinilai turut berjasa memajukan TNI-AL. (surya.co.id/ahmad zaimul haq)
Di awal tulisannya, Ari mengaku kalau adik mendiang ayahnya merupakan pensiunan kelasi KRI Pasopati, kapal selam yang dibeli Bung Karno dari Uni Soviet.
Ari menyebutkan bahwa pamannya itu kerap bercerita soal kebanggaannya menjadi awak kapal selam.
"Adik mendiang Ayah saya, adalah pensiunan kelasi KRI Pasopati - kapal selam yang dibeli Bung Karno dari Uni Sovyet.
Di usia senjanya yang kini berusia 90 tahun dan tinggal di Madiun, Jatim kerap bertutur soal kebanggaannya menjadi awak kapal selam." tulis @drarijunaedi, Kamis (22/4/2021).
Ari kemudian menulis beberapa bait puisi yang ditujukan untuk para "monster laut" di KRI Nanggala 402.
"Puisi ini saya tulis untuk para "monster laut" yang kini berkalang laut di Perairan Selat Bali.
"NANGGALA"
Dalam gelap dan hening
Bersemayam di palung terdalam
Namun semangat korsamu, terus membara
Dedikasi & pengorbanmu untuk Ibu Pertiwi, tak kan kami lupakan
Nanggala....monster laut yang tabah sampai akhir
(Didedikasikan untuk 53 patriot KRI Nanggala - 402)"