Viral Medsos

Monster Laut yang Tabah Sampai Akhir: Puisi Ari Junaedi untuk KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menulis sebuah puisi yang ia dedikasikan untuk segenap kru KRI Nanggala 402.

Editor: AbdiTumanggor
surya.co.id|ahmad zaimul haq
DOK.FOTO - SAAT Komandan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II dijabat oleh Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa (tengah) bersama Komandan KRI Nanggala-402 yang saat itu dijabat oleh Letkol Laut (P) Ansori (dua kiri) dan Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal (dua kanan) melakukan salam komando usai upacara serah terima jabatan Komandan Nanggala-402 di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Rabu (20/2/2019) lalu. 

"Sudah kita laksanakan, kita komunikasikan," ujarnya, dilansir Tribunnews.

Selain Australia dan Singapura, AL India juga siap membantu mencari KRI Nanggala-402.

Tak hanya itu, TNI juga melibatkan KRI Spica dan seluruh kapal TNI yang memiliki kemampuan deteksi di bawah permukaan air, untuk mencari KRI Nanggala-402.

TNI Angkatan Laut sedang mencari kapal selam dengan kru 53 orang yang hilang kontak dan sedang meminta bantuan Australia dan Singapura, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kepada Reuters pada Rabu (21/4/2021). KRI Nanggala-402, kapal selam buatan Jerman, sedang melakukan latihan peluncuran torpedo di perairan Utara Pulau Bali pada Rabu tetapi gagal menyampaikan hasil seperti yang diharapkan, menurut juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono.
TNI Angkatan Laut sedang mencari kapal selam dengan kru 53 orang yang hilang kontak dan sedang meminta bantuan Australia dan Singapura, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kepada Reuters pada Rabu (21/4/2021). KRI Nanggala-402, kapal selam buatan Jerman, sedang melakukan latihan peluncuran torpedo di perairan Utara Pulau Bali pada Rabu tetapi gagal menyampaikan hasil seperti yang diharapkan, menurut juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono. (ISTIMEWA/ VIA KOMPAS.COM)

Kehebatan KRI Nanggala 402

Kekuatan kapal selam ini juga tak diragukan.

Dengan mengandalkan mesin diesel elektrik, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan lebih kurang 25 knot.

Usai overhaul, KRI Nanggala-402 telah dilengkapi sonar teknologi terkini dengan persenjataan mutakhir di antaranya torpedo dan persenjataan lain.

Sebelumnya, kapal selam ini sempat menjalani perawatan di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan pada 2009-2012.

Baca juga: INILAH Spesifikasi Kapal Selam Andalan Indonesia KRI Nanggala-402 yang Hilang Membawa 53 Personel

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Dikabarkan Hilang, Ini Spesifikasi Kapal Selam KRI Nanggala-402 Milik TNI AL'

Kapal selam KRI Nanggala-402 ini aktif melakukan sejumlah misi penegakan kedaulatan, hukum dan keamanan di laut.

Selain itu, kapal ini juga kerap digunakan sebagai tempat latihan yang digelar TNI Angkatan Laut (AL).

Saat latihan operasi laut gabungan, 8 April sampai 2 Mei 2004, kapal ini menunjukkan kemampuannya sehingga dijuluki sebagai 'monster bawah laut'.

Kala itu, KRI Nanggala-402 menunjukkan kemampuan dengan menembakkan torpedo.

Sesuai dengan kemampuan mutakhir yang dimilikinya, kapal selam ini pun berhasil menenggelamkan KRI Rakata yang dijadikan sebagai sasaran tembak dalam latihan. (surya.co.id)

Baca juga: Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402, Ada Tumpahan Minyak di Laut, Ini Analisis Pakar Kelautan ITS

Baca juga: Sosok Kolonel Harry Setiawan, Baru Jabat Dansatsel Koarmada II, Ikut di Kapal Selam KRI Nanggala-402

Baca juga: Air Mata Istri Serda Guntur Tumpah, Ceritakan Suaminya Pergi Tugas Berlayar dengan KRI Nanggala-402

Baca juga: UPDATE Pencarian KRI Nanggala-402, Persediaan Oksigen 72 Jam, Prabowo Bicara Peremajaan Alutsista

Baca juga: INILAH DAFTAR Nama dan Pangkat 53 Prajurit TNI AL di KRI Nanggala-402 yang Hilang di Laut Bali

Sumber: Surya
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved