UPDATE Pencarian KRI Nanggala-402, Persediaan Oksigen 72 Jam, Prabowo Bicara Peremajaan Alutsista

Sekarang ini mendesak, kita harus memodernisasi alusista kita lebih cepat lagi. Kami yakin, saya yakin, bahwa dalam waktu dekat perlengkapan bisa ...

Editor: Tariden Turnip
facebook
UPDATE Pencarian KRI Nanggala-402, Persediaan Oksigen 72 Jam, Prabowo Bicara Peremajaan Alutsista . Kru KRI Nanggala-402 saat beribadah beberapa waktu lalu 

"Jadi tiga jam dari waktu hilang kontak sehingga seluruh unsur-unsur yang melaksanakan pengamanan di luar untuk melaksanaan pencarian. Latihan kita tunda," tutur Yudo.

Kapal selam produksi Jerman tahun 1979 itu ditengarai mengalami mati listrik total (black out) saat penyelaman sehingga kapal tersebut diperkirakan jatuh di palung, di kedalaman sekitar 700 meter dari permukaan laut.

Berdasarkan informasi dari Dinas Penerangan TNI AL, terdapat 53 awak kapal yang terdiri dari 49 anak buah kapal, 1 komandan satuan, dan 3 personel arsenal.

Percepat Modernisasi Alutsista

Setelah Kapal Selam KRI Nanggala 402 dikabarkan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) kemarin, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyatakan akan memodernisasi alutsista lebih cepat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo dalam konferensi pers tentang Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 bersama Panglima TNI AL, di Badung, Bali, Kamis (22/4/2021).

"Sekarang ini mendesak, kita harus memodernisasi alusista kita lebih cepat lagi. Kami yakin, saya yakin, bahwa dalam waktu dekat perlengkapan bisa kita modernisasi untuk tiga angkatan, darat, laut, dan udara," kata Prabowo dikutip dari tayangan Live Breaking News, Kompas TV, Kamis (22/4/2021).

Prabowo mengungkapkan akan melakukan investasi lebih besar di bidang pertahanan.

Namun dengan tetap tidak mengurangi usaha pembangunan kesejahteraan masyarakat.

"Tapi intinya memang kita akan investasi lebih besar tanpa memengaruhi usaha pembangunan kesejahteraan," sambungnya.

Lebih lanjut Prabowo menuturkan, akan merumuskan pengelolaan pengadaan alutsista yang lebih tertib dan efisien.

Terlebih banyak alutsista yang perlu peremajaan.

Selain itu alasan pembangunan kesejahteraan kerap kali menjadi hambatan dalam modernisasi alutsista.

"Nah kita sedang merumuskan pengelolaan pengadaan alusista untuk lebih tertib, lebih efisien. Tapi kita memang perlu meremajakan alusista kita."

"Banyak alusista kita adalah memang keterpaksaan kita utamakan pembangunan kesejahteraan, kita belum modernisasi lebih cepat," tutur Prabowo.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved