Edwin Effendi Dipecat, Wakil Direktur RSUD Pirngadi Diangkat Jadi Plt Kadis Kesehatan Kota Medan
Hal serupa juga disampaikan oleh Kabid Kesmas Dinkes Kota Medan Mardohar Tambunan kepada Tribun Medan melalui saluran telepon.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Bagian Humas Pemko Medan Arrahman Pane membenarkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin telah dicopot, Kamis (22/04/2021).
“Kan dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat kemudian dibuat usulan ke kementerian untuk meminta izin dan semalam dilakukan pencopotan. Karena kinerjanya tidak bagus. Inspektorat lah yang bisa menyampaikan secara rinci,” jelas Arrahman kepada Tribun Medan melalui saluran telepon.
Saat ini kepala dinas Kesehatan Kota Medan pun telah dipimpin oleh pelaksana tugas, yakni Syamsul yang sebelumnya menjabat sebagai wakil direktur RSUD Pirngadi.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kabid Kesmas Dinkes Kota Medan Mardohar Tambunan kepada Tribun Medan melalui saluran telepon.
“iya benar sudah diganti pak Edwin sejak semalam. Tidak tahu karena apa, Cuma semalam dibilang sudah diganti ya sudahlah. Sekarang yang baru sudah datang,” jelasnya.
Sementara itu, Humas RSUD Pirngadi mejelaskan Syamsul tetap masih menjabat sebagai wakil direktur karena bukan menjabat definitif. Adapun diketahui Syamsul ialah dokter dengan studi kebidanan.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution mencopot Kepala Dinas Kesehatan Edwin Effendi. Hal tersebut dilakukan karena penanganan Covid-19 di Kota Medan yang masih belum maksimal.
"Saya sudah ingatkan berkali-kali soal Covid-19 ini dan telah jadi program utama kita untuk segera diselesaikan. Sejak awal-awal saya dilantik masalah kesehatan juga sudah jadi persoalan yang menumpuk," ujar Bobby saat melakukan sidak ke Kantor Lurah Sidorame Timur, Jumat (23/4/2021).
Menurut Bobby, pencopotan Kadis Kesehatan Kota Medan merupakan upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Medan.
"Ini sebenarnya untuk percepatan agar masalah Covid-19 bisa segera tertangani. Penanganannya bisa lebih baik lagi," tambahnya.
Bobby mengatakan bahwa pencatatan data dan penanganan Covid-19 di Kota Medan masih belum maksimal meskipun ia sudah meminta Dinkes untuk melakukan pendataan dengan tepat.
"Kita sudah instruksikan untuk pendataan dan penanganan yang cepat dan tepat. Tapi hasilnya masih kurang memuaskan," katanya.
(cr8/tribun-medan.com)