Breaking News:

KAPAL Selam KRI Nanggala-402 Kemungkinan Terbawa Arus ke Perairan yang Lebih Dalam Arah Timur

Keterbatasan perangkat atau sarana penyelamatan bawah air juga menjadi hambatan dalam proses pencarian KRI Nanggala-402

Editor: Abdi Tumanggor
Facebook
KRI Nanggala-402 

TRIBUN-MEDAN.COM - Segala kekuatan dan upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 masih terus dilakukan oleh petugas dan pihak berwenang.

Untuk membantu proses pencarian, TNI AL juga mengirimkan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau.

Tercatat beberapa negara juga sudah merespons dan siap memberikan bantuan, di antaranya adalah Singapura, Australia, dan India.

Lantas, apa saja tantangan dalam proses pencarian KRI Nanggala-402 ini?

Penjelasan pengamat

Pemerhati militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, situasi yang menimpa KRI Nanggala-402 memang tidak mudah.

Menurut dia, tantangan terbesar dari proses pencarian ini adalah kawasan yang tidak mudah dijangkau oleh kapal-kapal pencari.

"Artinya, tingkat kesulitan kita adalah mendatangkan kapal pencari dari berbagai lokasi yang tentunya membutuhkan waktu," kata Fahmi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/4/2021).

Selain itu, keterbatasan perangkat atau sarana penyelamatan bawah air juga menjadi hambatan dalam proses pencarian.

Oleh karena itu, upaya pencarian harus melibatkan banyak pihak, termasuk dari negara lain, sehingga memerlukan waktu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved