Portal Jalan Aloha Medan Labuhan Tak Kunjung Dibuka, Warga Minta Perhatian Wali Kota Medan

Sudah berbulan-bulan portal milik PT KAI tidak kunjung dibuka di Jalan Aloha Lingkungan II, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Warga Jalan Aloha Lingkungan II, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan saat menunjukkan portal yang menghalangi jalan. Warga mengeluhkan penutupan jalan sepihak yang menyulitkan akses dan aktivitas sehari-hari. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sudah berbulan-bulan portal milik PT KAI tidak kunjung dibuka di Jalan Aloha Lingkungan II, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

Sebelumnya, warga sempat beberapa kali mengadukan pemasangan portal ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Medan pada Januari 2021 lalu. Namun hingga kini, portal tersebut tak kunjung dibuka.

Pasalnya, jalan yang tidak jauh dari rel kereta api tersebut merupakan akses warga ke Masjid, Vihara, pemakaman, dan beberapa lokasi lainnya.

"Kami keberatan karena pihak PT KAI menutup secara sepihak akses jalan kami menuju rumah ibadah, padahal itu merupakan jalan umum," ujar Syaiful, warga Lingkungan II, Minggu (25/4/2021).

Syaiful mengatakan penutupan portal dilakukan sejak November 2020 lalu. Sejak saat itu akses tidak dibuka untuk kendaraan roda empat kecuali sepeda motor dan becak.

"Sepeda motor dan becak bisa lewat, tapi mobil tidak bisa. Kami merasa ada diskriminasi di sini," katanya.

Lelaki paruh baya ini berujar, pihaknya juga keberatan perlakuan PT KAI yang menutup jalan dengan dalih mencegah terjadinya kecelakaan.

"Alasannya kan ada terjadi kecelakaan antara kereta api dan truk gandeng, tapi di Sungai Mati ada kejadian serupa jalannya kok tidak ditutup. Apa ada perbedaan perlakuan di sini," ucapnya.

Warga lainnya, Herlian mengatakan penutupan portal semakin hari semakin parah. Dampaknya, usaha bengkel mobil tutup bahkan gedung pertemuan dan Vihara tidak dapat difungsikan lagi.

“Mobil ke bengkel tak bisa keluar masuk, begitu juga ke Vihara dan gedung pertemuan. Maka usaha kami tutup total dan terpaksa pekerja bengkel dirumahkan,” ujar pemilik bengkel di lingkungan II, Herlian.

Didampingi warga lainnya, Herlian meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution dapat memperhatikan keluhan warga. Dengan adanya penutupan badan jalan dengan portal permanen, warga tidak bebas akses keluar masuk.

“Akibat penutupan jalan, usaha tutup dan berdampak mematikan perekonomian usaha rakyat," keluhnya.

Dikatakannya, tak hanya akses ke bengkel, akses bagi warga yang kemalangan pun sangat terganggu.

“Bila ada orang meninggal terpaksa ditandu karena akses jalan ditutup,” tuturnya.

Ia juga menyayangkan pihak PT KA I yang menutup badan jalan Aloha di jalan perlintasan Kereta Api. Hanya karena alasan sering terjadi kecelakaan lantas badan jalan ditutup permanen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved