Ini Pesan Terakhir Awak KRI Nanggala 402 Letda Munawir pada Sang Putri Sulung, Sungguh Menggetirkan
Menurut Cica, terakhir dia pulang ke sampit setahun yang lalu sedangkan suaminya tiga tahun yang lalu, karena ada covid-19 sehingga mereka tidak bisa
Sari Berita
- Letda Munawir, Anggota TNI AL yang bertugas di KRI Nanggala 402 yang tenggelam
- Istri Letda Munawir mengungkapkan pesan terakhir sang suami pada putri sulung mereka.
- Anak kedua berharap ayahnya bisa ditemukan dan jasadnya bisa dikebumikan secara laik
TRIBUN-MEDAN.com - Berdoa kepada Allah Taala, dan berusaha tabah, itulah yang diungkapkan, Cica Yuemi, istri dari Letda Munawir, salah satu anggota TNI AL yang bertugas di Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam setelah sebelumnya hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/5/2021) lalu.
Saat dihuhungi banjarmasinpost.co.id, Senin (26/4/2021) di Surabaya, Jawa Timur, melalui telepon selularnya, dia mengatakan, bersama anaknya ikhlas dan tabah menghadapi peristiwa yang dialami suaminya dalam musibah tersebut.
Cica Yuemi adalah warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Suaminya Letda Munawir adalah anggota TNI AL berasal dari Rembang, Jawa Tengah.
Saat ini mereka menetap di Surabaya Jalan Keputih Utara No 94 A Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo.
"Bapak saya orang Sampit, sedangkan Ibu orang Jawa tetapi jualan di Sampit di Jalan Walter Condrat, Baamang Tengah, saya setelah menikah menetap di Surabaya," ujarnya yang tampak tegar saat menjawab pertanyaan wartawan.
Lebih jauh dia mengungkapkan, mereka punya rencana pindah ke Sampit dan berharap suaminya bisa ditempatkan di Pos TNI -AL Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
"Namun usulan tersebut sampai saat ini belum ada persetujuan, sehingga tetap bertugas di Surabaya," ujarnya.
Menurut Cica, terakhir dia pulang ke sampit setahun yang lalu sedangkan suaminya tiga tahun yang lalu, karena ada covid-19 sehingga mereka tidak bisa ke Sampit.
"Kami sudah siapkan ruko untuk membuka usaha di Sampit, namun masih menunggu persetujuan saja," ujarnya.
Ibu beranak dua ini, mengaku, awalnya tahu musibah kapal selam hilang tersebut dari temannya dan terakhir bertemu suaminya Seminggu yang lalu.
"Saya dan anak-anak sempat kaget dan syok ketika mendapat kabar musibah itu, namun setelah banyak dapat nasehat dari keluarga dan teman, kami berusaha tabah menerimanya," ujarnya.
Cica mengungkapkan, pesan yang selalu diberikan oleh suaminya kepada anak pertamanya, Aura Aulia (18) kelas III SMA di Surabaya agar serius dan bersemangat mewujudkan cita-citanya untuk menjadi Taruni TNI.
"Pesan beliau kepada anak sulung saya berulang kali dikatakannya hal itu," ujarnya.
Ibu dari Cinta Aurelia Azahra, anak kedua dari Letda Munawir yang saat ini masih kelas IV SD di Surabaya ini, mengaku sudah siap menerima kenyataan buruk atas musibah tersebut.
"Tapi kami tentu berharap suami ditemukan dan tahu kondisinya, jika pun dinyatakan meninggal dunia, kami ingin melihat jenazah bapak dan menguburkannya," ujarnya.
Dia mengungukapkan, selama dalam pencarian korban, pihak keluarga bahkan tetangga di Surabaya dan di Sampit turut berdoa agar sang suami selamat dalam kejadian tersebut.
"Kami menggelar doa bersama juga istigosah untuk keselamatan bapak dalam kejadian tersebut," ujarnya.
Dia juga berterima kasih kepada warga Kalteng yang turut mendoakan suaminya agar selamat dalam peristiwa tersebut.
"Kami ucapkan terima kasih kepada warga Kalteng yang turut peduli dengan keluarga kami, semoga ada hikmahnya dalam kejadian tersebut.
Chat Terakhir Istri Awak KRI Nanggala-402, Banjir Air Mata 'Kenapa Sayang?': Harus Pulang
Kapal Selam KRI Nanggala-402 telah resmi dinyatakan tenggelam oleh Tim SAR.
Hal ini tentu menyisakan luka mendalam bagi para keluarga yang ditinggalkan.
Misalnya kesedihan menyelimuti Mega Dian Pratiwi, yang mana suaminya, Serda Pandu Yudha menjadi salah satu korban KRI Nanggala 402 yang tenggelam.
Mega Dian dan Serda Pandu Yudha diketahui baru menikah 2 bulan yang lalu, tepatnya pada 24 Februari 2021.
Sambil berharap keajaiban suami masih hidup, Mega Dian memperlihatkan chat WA terakhir suaminya sebelum naik kapal selam KRI Nanggala-402.
Mengenang kembali chat WA terakhir dari sang suami, Mega Dian tak kuasa menahan tangisnya.
Untuk informasi, Serda Pandu Yudha Kusuma, merupakan operator senjata 2 di KRI Nanggala 402.
KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang sejak Rabu (21/4/2021).
Sesaat setelah pergi bertugas di KRI Nanggala 402, Serda Pandu Yudha sempat chat WhatsApp kepada istrinya.
Ia meminta doa keselamatan ketika bertugas sebagai TNI AL.
"Doakan lancar ngeeh (emoji cium love)," tulis Serda Pandu Yudha.
"Pasti sayang (emoji cium love)," jawab istri.
Setelah itu, Serda Pandu Yudha pun mengingatkan sang istri untuk selalu mengingat pesannya.
Tak disangka, ternyata itu merupakan pesan terakhir Serda Pandu Yudha sebelum dinyatakan hilang bersma KRI Nanggala 402.
"Jaga kehormatan, jaga kakak, dijaga semuanya," imbuh sang istri menjabarkan pesan yang selalu dijabarkan sang suami.
Kemudian, sang istri pun mengungkapkan rasa sayangnya pada sang suami.
"I Miss you mas, sayang (emoji love)," imbuh sang istri.
Melihat jawaban sang istri, Serda Pandu Yudha sempat keheranan.
Ia pun bertanya kenapa istrinya tiba-tiba bilang kangen dan sayang.
"Kenapa sayang?" tanya Serda Pandu Yudha dalam chat tersebut.
"Kangen, cepet pulang mass," jawab sang istri.
Setelah bertanya 'kenapa sayang', itulah chat WA terakhir dari Serda Pandu Yudha kepada istrinya.
Setelah itu, chat balasan sang istri tak pernah terkirim ke HP Serda Pandu Yudha dan hanya ceklis satu.
Merasakan firasat tak enak, sang istri mengaku tak bisa tidur karena memikirkan keadaan Serda Pandu Yudha.
"Semalam gak bisa tidur, kepikiran sampean tiba-tiba," tulis sang istri, Mega Dian.
"Cepet pulang sayang yaaa," tambahnya.
Chat dari istri pun belum terkirim dan dibaca oleh Serda Pandu Yudha.
Sebagai istri, Mega Dian makin khawatir dan cemas.
KRI Nanggala 402, kepada istri yang baru dinikahi 2 bulan" />
Chat WhatsApp terakhir awak KRI Nanggala 402, kepada istri yang baru dinikahi 2 bulan (kolase TikTok meghadhi)
Ia pun kirim banyak chat berharap dibalas oleh sang suami untuk sekedar beri kabar.
Bahkan Mega Dian merayu sang suami, jika nanti pulang akan dilayani dengan baik, mulai dari ditraktir makan hingga dipijat.
Ternyata, chat tersebut tak kunjung dibalas oleh Serda Pandu Yudha.
Mega Dian tak putus asa. Ia berkali-kali bertanya kapan suaminya akan pulang.
"Sayang, kapan pulang? Pengen peluk," tulis Mega Dian kepada suaminya,. Serda Pandu Yudha.
Tak lupa, Mega Dian juga memberikan semanagat pada sang suami agar kuat.
"Sayang kuat yaaa sayang. Harus pulang,. Ndak boleh ada yang kirang, istrinya nunggu di rumah," tulisnya lagi.
Tak kunjung dibalas, Mega Dian pun kini menulis chat sambil menyelipkan emoji nangis.
"Mas ayo kasih kabar. Aku nunggu yaaa. Kamu gak kasihan," tulis Mega Dian sambil nangis histeris.
"Kuat yaa sayang, cepet pulang istrimu menunggu dirumah," tambahnya.
Setelah dua hari chat WA tak kunjung diblas, Mega Dian tertunduk lemas mendengar kabar suaminya jadi kroban KRI Nanggala 402 yang tenggelam.
Serda Pandu Yudha Ungkap janji terakhir
Pandu Yudha juga mengabadikan momen bahagia pernikahannya lewat akun Instagram.
Dalam postingan 16 Maret lalu, Pandu tampak foto bersama istri.
Pandu menulis janjinya untuk tidak membuat sang istri menangis.
"Aku tak bisa berkata-kata, aku tak bisa bersyair, aku tak bisa berpuisi, yang aku bisa hanya berada disampingmu.
Walaupun nanti aku sempat tak bisa membuatmu bahagia, setidaknya aku tak akan membuatmu menangis
24 Februari 2021," tulis Serda Pandu Yudha.
Serda Pandu Yudha, awak KRI Nanggala bikin istri nangis, baru 2 bulan menikah" />
Chat WA terakhir Serda Pandu Yudha, awak KRI Nanggala bikin istri nangis, baru 2 bulan menikah
Keluarga Serda Pandu Yudha sangat yakin kapal selam KRI Nanggala 402 akan ditemukan.
"Saya masih punya keyakinan kuat Kapal Nanggala akan ditemukan dan anak saya bisa pulang berkumpul bersama keluarga," kata Yayak Dwi Ernawati, ibu mertua Pandu.
Pandu Yudha Kusuma baru dua bulan menikah dengan Mega Dian Pratiwi, seorang bidan Puskesmas Klatak.
"Mega ada di rumah. Dia sering tanya kapan Pandu pulang," kata Erna.
Erna bercerita, setiap kali akan berangkat berlayar Pandu selalu meminta doa.
"Dia selalu minta doa saya sebelum berangkat. Mami, doakan Pandu mau berangkat," kata Erna menirukan permintaan Pandu.
Pandu memang selalu menjalankan tugasnya.
Yayak Dwi Ernawati, ibu mertua Serda Ede Pandu Yudha Kusuma, memegangi foto menantu dan anaknya saat ditemui di rumahnya di Banyuwangi, Kamis (22/4/2021) malam.
Bahkan tiga hari setelah menikah, Serda Pandu Yudha langsung berlayar.
Sebelum kapal Nanggala dinyatakan hilang, sejak tiga minggu Serda Pandu Yudha telah berada di Surabaya.
"Senin lalu sekitar pukul 08.00 dia pamit mau berangkat berlayar. Dia juga telepon saya minta doa. Kami sangat dekat," kenang Erna dengan sesekali menyeka air matanya.
"Hingga saat ini kami masih yakin Pandu akan kembali berkumpul dengan keluarga," tambah Erna.
Sebagian Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Pesan Terakhir Letda Munawir, Kru KRI Nanggala-402, Minta Anak Sulungnya Semangat Masuk Taruni