Breaking News:

News Video

NIK KTP Riyan Dicatut Pihak Leasing, Terdaftar Memiliki Hutang Rp 91 Juta

Riyan merasa diperas serta difitnah dengan tumpukan utang, hingga terjadi perdebatan panjang di Kantor Leasing Bima Finance,

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kejadian menjengkelkan dialami Riyan, warga Jalan Cinta Karya Gang Seram, Kota Medan. Riyan merasa terbebani dengan tumpukan utang, hingga terjadi perdebatan panjang di Kantor Leasing Bima Finance, Jalan Brigjen Katamso Medan, Senin (26/4/2021).

Riyan mengetahui pencatutan namanya pada daftar orang sebagai pemilik hutang saat ia hendak mengkredit rumah. Dia digagalkan pihak Bank Indonesia karena namanya dicatut memiliki hutang yang menunggak pada Pihak Leasing Bima Finance.

Harapan Riyan mengkredit rumah gagal. Namanya tak bersih dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena pencatutan NIKnya oleh pihak leasing.

"Kan saya mau mengajukan KPR ini. Nah setelah saya cek, nomor NIK saya itu dipakai sama warga Jalan Starban Gang Famili, Medan Polonia, tapi namanya Edo dan mereka udah gak di sanalagi ke Batam Semua katanya,"ujar Riyan.

Menurut Riyan, data-data yang dikeluarkan pihak leasing sarat fitnah. Data dimanipulasi, dengan mencatut nomor NIKnya dan namanya diganti sebagai Edo.

Seakan-akan, dalam persoalan tersebut Riyan berutang. Atas hal ini, lalu dia memastikan dan mengecek ke Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan.

Berdasarkan pengecekan, nomor NIK miliknya tidak ada yang memakai selain dirinya. "Yang makai cuman satu, saya. Si Edo itu enggak ada,"sebut Riyan.

Lantaran, setalah melakukan pengecekan Riyan kembali mendatangi pihak leasing di kantornya. Sayangnya, pihak kantor leasing tak bertanggung jawab, meski telah mencatut nomor NIKnya tanpa sepengetahuannya, anggota pihak leasing malah memintanya untuk mengecek sendiri.

"Ya, bapak langsung ke Disdukcapil aja. Iti, si edonya berarti,"jawab pria petugas leasing yang tak mau meyebut namanya itu.

Lantas Riyan menjawab dengan mengatakan "kok saya yang ke sana lagi, saya kan orang yang dirugikan". Lalu petugas leasing menyahuti "Enggaklah pak, kami mencari data berdasarkan KTP, untuk melihat datanya valid atau enggak enggak akses kita. Kalau bapak mau menuntut silahkan menuntut",kata petugas leasing tersebut menyahuti.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved