Breaking News:

Masuki Minggu Ketiga Ramadan, Pendapatan Pelaku Usaha Kue Kering Menurun

Untuk harga, satu tolpes kecil ukuran setengah kilo dibaderol Rp 50 ribu dan toples besar ukuran satu kilogram dibanderol Rp 100 ribu

Tribun Medan
Evi, pelaku usaha kue kering musiman. 

TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - Memasuki minggu ketiga bulan Ramadan, permintaan kue kering pelaku usaha binaan UMKM Medan Johor, belum mengalami peningkatan.

Hal ini diungkapkan Evi, pengelola kue kering binaan UMKM Medan Johor persisnya di Jalan Suka Tirta No 32 Lingkungan 13, Medan Johor. Ia mengatakan, permintaan kue kering tahun ini turun, berbeda pada tahun sebelumnya yang sempat melonjak.

"Masih sepi untuk permintaan, sejauh ini masih sekitar 50 toples kecil dan besar yang masuk tapi biasanya di tahun-tahun sebelumnya sudah meningkat," ujar Evi, awal pecan lalu.

Namun Evi tetap optimistis dengan menyediakan seluruh jenis aneka kue kering mulai dari kue nastar, bangkit, cokelat, dan lainnya.

Baca juga: Bulog Siapkan 14 Ton Daging Kerbau Beku, Dibanderol Rp 80 Ribu Per Kilogram

Untuk harga, satu tolpes kecil ukuran setengah kilo dibaderol Rp 50 ribu dan toples besar ukuran satu kilogram dibanderol Rp 100 ribu.

Untuk menunjang pendapatan, tersedia juga aneka keripik seperti ubi, pisang, dan kue bawang yang rata-rata dibanderol Rp 50 ribu per kilogram.

"Bila memesan dengan jumlah banyak, biasa kita ada negosiasi harga tersendiri," tambahnya.

Selanjutnya dalam memasarkan produk kue kering ini, ia memanfaatkan media sosial dan menitipkan di bazar Ramadan yang ada di kelurahan.

Aneka kue kering ini asli produk homemade. "Semua kue kering ini buatan kita. Jadi untuk rasa dan kualitas terjamin, karena buatan sendiri dan selama dipasarkan belum ada komplain," katanya.

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved